MALANG KOTA – Untuk memastikan kesehatan hewan dan daging kurban aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) di Malang Raya, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) Malang menerjunkan 58 mahasiswa dan 35 dosen.

Pelepasan petugas pemeriksa dilakukan di gedung FKH kemarin. Kegiatan ini merupakan sumbangsih akademisi sebagai pengabdian masyarakat terpadu FKH UB Malang.

Dekan FKH UB drh Diyah Ayu Oktavianie Ardhiana Pratama M. Biotech menjelaskan, FKH UB Malang mempunyai kewenangan dalam pemeriksaan antemortem dan postmortem. Mereka ingin memberikan kontribusi untuk memastikan bahwa hewan yang disembelih sehat. Dan daging yang sampai ke masyarakat memenuhi kaidah aman, sehat, utuh, dan halal.

”Kami juga mengimbau kepada para mahasiswa yang berada di tempat tinggalnya (di luar Malang Raya) untuk berperan serta sebagai volunteer petugas pemeriksa hewan kurban. Tentunya dengan koordinasi dan atas seizin dinas setempat,” imbuhnya.

Petugas yang membantu dalam pengawasan penyembelihan bersifat sukarela dan sanggup berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya. Untuk mahasiswa juga telah dilengkapi dengan surat persetujuan orang tua.

Mobilisasi petugas dari FKH terbanyak adalah di Malang Raya. Koordinasi juga telah dilakukan dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, dan Dinas Pertanian Kota Batu.

”Kami sampaikan bahwa FKH UB tidak sepenuhnya dapat membantu secara maksimal karena keterbatasan SDM,” tambahnya. Hal tersebut dikarenakan penyembelihan hewan kurban saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena adanya risiko penyebaran penularan Covid-19.

Dia menjelaskan, berdasarkan SE nomor 0008/SE/PK.320/F/06/2020 yang dikeluarkan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, ada imbauan agar kegiatan kurban memperhatikan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan atau penyebaran Covid-19. Beberapa langkah untuk mencegah dan mengendalikan potensi penularan Covid-19 diatur. Mulai dari di tempat penjualan dan pemotongan hewan kurban dengan memperhatikan faktor risiko, seperti interaksi antar orang dengan jarak dekat dan lamanya waktu interaksi pada saat kegiatan kurban, status wilayah dengan tingkat kejadian yang tinggi dan penyebaran yang luas di suatu wilayah yang akan meningkatkan risiko penularan.

”Kami membekali petugas dari kampus dengan glove, masker, kacamata, apron, face shield, dan setiap petugas selalu membawa disinfektan dan hand sanitizer,” kata Diyah.

Kegiatan yang juga berlangsung via Zoom itu dihadiri Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS, Ketua Umum PB PDHI Drh Muhammad Munawaroh MM, Ketua PDHI Jatim II Drh Deddy Fachrudim Kurniawan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang yang diwakili Drh Anton Pramujiono, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Drh Woro Hambarrukni, dan Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Lestari Aji Spi Magra.

Pewarta: Ilmi Ariyanti
Foto: Laoh Mahfud
Editor: Hendarmono Al S