alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

SD Percobaan dan SMPN 1 Malang Segera Gelar Sekolah Tatap Muka

MALANG KOTA – Pemerintah kota (Pemkot) Malang menunjukkan keseriusannya menggelar sekolah tatap muka pada September depan. Untuk melihat kesiapan sekolah, kemarin (30/8) Wali Kota Malang Sutiaji meninjau dua sekolah di Kota Malang. Yakni SMPN 1 Malang dan SD Percobaan. Kedua sekolah ini diproyeksikan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Di dampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM, Sutiaji mengamati fasilitas penunjang protokol kesehatan (prokes). Di antaranya, letak antar bangku sudah menerapkan physical distancing (jaga jarak) dan bilik berbahan plastik sebagai penyekat di antara bangku siswa.

Di sela-sela pantauannya, Sutiaji menilai sejumlah sekolah sudah siap melaksanakan PTM. “Tadi (kemarin) saya lihat mereka (sekolah) sudah siap, bahkan jauh lebih ketat dari sebelumnya,” ujar Sutiaji.

April lalu, sejumlah sekolah sudah menggelar simulasi sekolah tatap muka. Dalam simulasi itu, pihak sekolah melakukan beberapa pengetatan untuk meminimalisasi munculnya klaster penularan baru dari kalangan sekolah.

Dalam peninjauan tersebut, orang nomor satu di Pemkot Malang itu juga menekankan kepada tiap sekolah yang bakal menggelar PTM agar tidak memaksa siswanya. Bagi siswa yang tidak bersedia mengikuti PTM, bisa tetap mengikuti pembelajaran secara daring (online). Juga harus ada pembatasan siswa maksimal 50 persen dari kapasitas ruang kelas.

Untuk itu, dia ingin membuka sekolah luring pelan-pelan agar siswa tak bosan belajar dari rumah. Itu karena mereka juga perlu sosialisasi dengan dunia sekolahnya.

Persiapan sekolah tatap muka ini juga diimbangi dengan percepatan vaksinasi Covid-19. Terutama vaksinasi untuk pelajar usia 12-17 tahun. Mulai hari ini (31/8) sebanyak 25 ribu pelajar kelas 6 SD hingga kelas 9 SMP bakal divaksin.

”Kelonggaran ini tentu harus diimbangi dengan prokes (protokol kesehatan) yang ketat. Para siswa dan guru diharapkan bisa memakai masker dan tidak berkerumun,” harap Politikus Partai Demokrat itu.

Dengan dibukanya sekolah tatap muka, katanya, para guru bisa menjalin komunikasi dan kedekatan dengan siswa. Sebab, kedekatan mereka selama sekolah daring juga kurang kuat. Sutiaji optimistis pelaksanaan PTM bisa berjalan lancar.

Hal senada juga disampaikan Kadisdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM. Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu mengatakan, sebelumnya siap 100 persen menggelar PTM jika sudah diizinkan Pemkot Malang.

”Alhamdulillah ada kabar baik dengan PTM bisa dibuka dengan sejumlah syarat, tapi kami tetap mengimbau sekolah tak memaksakan jika tak bisa menggelar PTM,” kata mantan Kabag Umum Setda Kota Malang itu.

Kabar tersebut memang masih untuk sebagian siswa kelas 6 SD dan siswa SMP. Untuk siswa PAUD dan TK menurutnya masih belum bisa terlaksana. Hal itu lantaran vaksinasi untuk usia 12 tahun ke bawah masih belum ada. Suwarjana berharap ada percepatan vaksinasi kepada para pelajar di Kota Pendidikan, khususnya untuk usia 12 tahun ke atas.

Suwarjana juga menjelaskan selama kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sedikit menghambat. Hambatan itu berupa koneksi antara guru dan siswa di jenjang PAUD dan TK. Mereka juga butuh pendampingan khusus lantaran di usia mereka masih aktif untuk bermain. “Sebenarnya yang kesusahan dalam melakukan pembelajaran jarak jauh ini siswa PAUD dan TK. Karena mereka butuh pendampingan orang tua langsung. Belum lagi kalau orang tua yang harus sibuk bekerja,” tambahnya.(adn/dan/rmc)

MALANG KOTA – Pemerintah kota (Pemkot) Malang menunjukkan keseriusannya menggelar sekolah tatap muka pada September depan. Untuk melihat kesiapan sekolah, kemarin (30/8) Wali Kota Malang Sutiaji meninjau dua sekolah di Kota Malang. Yakni SMPN 1 Malang dan SD Percobaan. Kedua sekolah ini diproyeksikan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Di dampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM, Sutiaji mengamati fasilitas penunjang protokol kesehatan (prokes). Di antaranya, letak antar bangku sudah menerapkan physical distancing (jaga jarak) dan bilik berbahan plastik sebagai penyekat di antara bangku siswa.

Di sela-sela pantauannya, Sutiaji menilai sejumlah sekolah sudah siap melaksanakan PTM. “Tadi (kemarin) saya lihat mereka (sekolah) sudah siap, bahkan jauh lebih ketat dari sebelumnya,” ujar Sutiaji.

April lalu, sejumlah sekolah sudah menggelar simulasi sekolah tatap muka. Dalam simulasi itu, pihak sekolah melakukan beberapa pengetatan untuk meminimalisasi munculnya klaster penularan baru dari kalangan sekolah.

Dalam peninjauan tersebut, orang nomor satu di Pemkot Malang itu juga menekankan kepada tiap sekolah yang bakal menggelar PTM agar tidak memaksa siswanya. Bagi siswa yang tidak bersedia mengikuti PTM, bisa tetap mengikuti pembelajaran secara daring (online). Juga harus ada pembatasan siswa maksimal 50 persen dari kapasitas ruang kelas.

Untuk itu, dia ingin membuka sekolah luring pelan-pelan agar siswa tak bosan belajar dari rumah. Itu karena mereka juga perlu sosialisasi dengan dunia sekolahnya.

Persiapan sekolah tatap muka ini juga diimbangi dengan percepatan vaksinasi Covid-19. Terutama vaksinasi untuk pelajar usia 12-17 tahun. Mulai hari ini (31/8) sebanyak 25 ribu pelajar kelas 6 SD hingga kelas 9 SMP bakal divaksin.

”Kelonggaran ini tentu harus diimbangi dengan prokes (protokol kesehatan) yang ketat. Para siswa dan guru diharapkan bisa memakai masker dan tidak berkerumun,” harap Politikus Partai Demokrat itu.

Dengan dibukanya sekolah tatap muka, katanya, para guru bisa menjalin komunikasi dan kedekatan dengan siswa. Sebab, kedekatan mereka selama sekolah daring juga kurang kuat. Sutiaji optimistis pelaksanaan PTM bisa berjalan lancar.

Hal senada juga disampaikan Kadisdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM. Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu mengatakan, sebelumnya siap 100 persen menggelar PTM jika sudah diizinkan Pemkot Malang.

”Alhamdulillah ada kabar baik dengan PTM bisa dibuka dengan sejumlah syarat, tapi kami tetap mengimbau sekolah tak memaksakan jika tak bisa menggelar PTM,” kata mantan Kabag Umum Setda Kota Malang itu.

Kabar tersebut memang masih untuk sebagian siswa kelas 6 SD dan siswa SMP. Untuk siswa PAUD dan TK menurutnya masih belum bisa terlaksana. Hal itu lantaran vaksinasi untuk usia 12 tahun ke bawah masih belum ada. Suwarjana berharap ada percepatan vaksinasi kepada para pelajar di Kota Pendidikan, khususnya untuk usia 12 tahun ke atas.

Suwarjana juga menjelaskan selama kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sedikit menghambat. Hambatan itu berupa koneksi antara guru dan siswa di jenjang PAUD dan TK. Mereka juga butuh pendampingan khusus lantaran di usia mereka masih aktif untuk bermain. “Sebenarnya yang kesusahan dalam melakukan pembelajaran jarak jauh ini siswa PAUD dan TK. Karena mereka butuh pendampingan orang tua langsung. Belum lagi kalau orang tua yang harus sibuk bekerja,” tambahnya.(adn/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/