alexametrics
24.5 C
Malang
Friday, 20 May 2022

GPMB Kab Malang Gelar Coaching Clinic Kepenulisan

EKSISTENSI gerakan literasi telah menjadi keniscayaan di tengah derasnya arus globalisasi yang tidak jarang membawa efek destruktif bagi kehidupan sosial. Misalnya saja hegemoni teknologi informasi yang menjadi salah satu pilar utama globalisasi, hanya akan menjustifikasi fenomena berita hoaks di tengah kondisi anomie masyarakat karena kita absen dalam ruang literasi teknologi.

Maka, sebagai salah satu organisasi literasi yang resmi—Gerakan Pemasyarakatan Minat (GPMB) yang berinduk pada Perpusnas tersebut memegang peranan cukup strategis dalam mengemban misi literatif bagi masyarakat. Tidak terkecuali bagi GPMB Kabupaten Malang yang mempertemukan berbagai unsur mulai dari pengelola Taman Baca Mayarakat (TBM), pengurus Perpustakaan Desa (Perpusdes), pengurus Perpustakaan Sekolah sampai pengelola perpustakaan di Pondok Pesantren dan tempat ibadah.

Para peserta coaching clinic kepenulisan (istimewa)

Organisasi literasi GPMB tidak hanya berfokus pada literasi klasik seperti aktivitas membaca, menulis dan berhitung (calistung) dengan ketersediaan media bacaan berupa buku teks, tetapi juga merambah wilayah literasi kontekstual dan tematik yang berujung pada kesejahteraan masyarakat. Mengingat, tuntutan masyarakat terhadap eksistensi perpustakaan dan gerakan literasi secara universal—tidak lagi hanya sebagai penyedia koleksi buku teks yang ditukar-pinjamkan.

Tetapi sudah pada harapan bahwa dunia literasi harus mampu menjadi problem solver bagi segala persoalan yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Ini yang kemudian populer dengan terminologi literasi untuk kesejahteraan.

Dalam perspektif tersebut, GPMB Kabupaten Malang kemudian melakukan upaya moderasi agar semua kepentingan dapat terakomodasi. Artinya, GPMB secara organisatoris tetap mendorong pemenuhan kebutuhan literasi dasar yang bersinergi dengan berbagai stakeholders, tetapi dengan tetap memprioritaskan kontekstualisasi dari gerakan literasi tersebut.

Misalnya saja dengan menggelar Sekolah Literasi untuk pertama kalinya di tahun 2018 lalu dengan mengusung konsep tematik dengan fasilitator yang expert di bidangnya. Program prioritas tersebut kemudian di imbangi dengan kegiatan workshop kepenulisan di tahun lalu dengan menggandeng Intrans Publishing sebagai partner. Kegiatan tersebut sebagai media bagi para pegiat literasi di Kabupaten Malang untuk mengekspresikan semua gagasan terkait dengan geliat dunia literasi secara tertulis yang kemudian akan diterbitkan bersama sebagai sumber inspirasi bagi dunia literasi nasional.

Sebagai bagian penting dari rangkaian kegiatan tersebut, GPMB Kabupaten Malang pada hari Jum’at (30/10) menggelar coaching clinic kepenulisan dengan fasilitator dari tim Intrans Publishing. Bertempat di Pendopo Balai Desa Jambearjo Kecamatan Tajinan, kegiatan yang di ikuti oleh puluhan pegiat literasi di Kabupaten Malang tersebut berfokus pada strategi dan tips menerbitkan naskah dari pengalaman literatif di tempat masing-masing.

Hal ini penting, mengingat tidak jarang dalam proses perjalanan membangun komunitas literasi justru mendapatkan banyak tantangan yang tidak mudah. Mulai dari persoalan perijinan dan legalitas tempat, pemenuhan kebutuhan operasional, membangun trust masyarakat sampai pada konflik antar pemangku kepentingan.

Hutri Agustino, Ketua GPMB Kabupaten Malang berharap agar kegiatan coaching clinic tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para kontributor, sehingga naskah segera diterbitkan dan menjadi sumber inspirasi baru dalam dunia literasi. Ini akan menjadi karya tulis perdana bagi GPMB Kabupaten Malang setelah mengantongi Surat Keputusan (SK) dari GPMB Propinsi Jatim pada tahun 2018.

Tentu, ini bukan menjadi yang pertama dan terakhir—karena Hutri Agustino telah menegaskan bahwa program tersebut akan berkelanjutan dengan tetap berada pada core based literasi tematik untuk kesejahteraan.

Penulis: Hutri Agustino
Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kabupaten Malang;
Pendiri Taman Baca Masyarakat (TBM) Pondok Sinau Lentera Anak Nusantara (LENSA) dan Dosen FISIP Unmuh Malang

EKSISTENSI gerakan literasi telah menjadi keniscayaan di tengah derasnya arus globalisasi yang tidak jarang membawa efek destruktif bagi kehidupan sosial. Misalnya saja hegemoni teknologi informasi yang menjadi salah satu pilar utama globalisasi, hanya akan menjustifikasi fenomena berita hoaks di tengah kondisi anomie masyarakat karena kita absen dalam ruang literasi teknologi.

Maka, sebagai salah satu organisasi literasi yang resmi—Gerakan Pemasyarakatan Minat (GPMB) yang berinduk pada Perpusnas tersebut memegang peranan cukup strategis dalam mengemban misi literatif bagi masyarakat. Tidak terkecuali bagi GPMB Kabupaten Malang yang mempertemukan berbagai unsur mulai dari pengelola Taman Baca Mayarakat (TBM), pengurus Perpustakaan Desa (Perpusdes), pengurus Perpustakaan Sekolah sampai pengelola perpustakaan di Pondok Pesantren dan tempat ibadah.

Para peserta coaching clinic kepenulisan (istimewa)

Organisasi literasi GPMB tidak hanya berfokus pada literasi klasik seperti aktivitas membaca, menulis dan berhitung (calistung) dengan ketersediaan media bacaan berupa buku teks, tetapi juga merambah wilayah literasi kontekstual dan tematik yang berujung pada kesejahteraan masyarakat. Mengingat, tuntutan masyarakat terhadap eksistensi perpustakaan dan gerakan literasi secara universal—tidak lagi hanya sebagai penyedia koleksi buku teks yang ditukar-pinjamkan.

Tetapi sudah pada harapan bahwa dunia literasi harus mampu menjadi problem solver bagi segala persoalan yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Ini yang kemudian populer dengan terminologi literasi untuk kesejahteraan.

Dalam perspektif tersebut, GPMB Kabupaten Malang kemudian melakukan upaya moderasi agar semua kepentingan dapat terakomodasi. Artinya, GPMB secara organisatoris tetap mendorong pemenuhan kebutuhan literasi dasar yang bersinergi dengan berbagai stakeholders, tetapi dengan tetap memprioritaskan kontekstualisasi dari gerakan literasi tersebut.

Misalnya saja dengan menggelar Sekolah Literasi untuk pertama kalinya di tahun 2018 lalu dengan mengusung konsep tematik dengan fasilitator yang expert di bidangnya. Program prioritas tersebut kemudian di imbangi dengan kegiatan workshop kepenulisan di tahun lalu dengan menggandeng Intrans Publishing sebagai partner. Kegiatan tersebut sebagai media bagi para pegiat literasi di Kabupaten Malang untuk mengekspresikan semua gagasan terkait dengan geliat dunia literasi secara tertulis yang kemudian akan diterbitkan bersama sebagai sumber inspirasi bagi dunia literasi nasional.

Sebagai bagian penting dari rangkaian kegiatan tersebut, GPMB Kabupaten Malang pada hari Jum’at (30/10) menggelar coaching clinic kepenulisan dengan fasilitator dari tim Intrans Publishing. Bertempat di Pendopo Balai Desa Jambearjo Kecamatan Tajinan, kegiatan yang di ikuti oleh puluhan pegiat literasi di Kabupaten Malang tersebut berfokus pada strategi dan tips menerbitkan naskah dari pengalaman literatif di tempat masing-masing.

Hal ini penting, mengingat tidak jarang dalam proses perjalanan membangun komunitas literasi justru mendapatkan banyak tantangan yang tidak mudah. Mulai dari persoalan perijinan dan legalitas tempat, pemenuhan kebutuhan operasional, membangun trust masyarakat sampai pada konflik antar pemangku kepentingan.

Hutri Agustino, Ketua GPMB Kabupaten Malang berharap agar kegiatan coaching clinic tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para kontributor, sehingga naskah segera diterbitkan dan menjadi sumber inspirasi baru dalam dunia literasi. Ini akan menjadi karya tulis perdana bagi GPMB Kabupaten Malang setelah mengantongi Surat Keputusan (SK) dari GPMB Propinsi Jatim pada tahun 2018.

Tentu, ini bukan menjadi yang pertama dan terakhir—karena Hutri Agustino telah menegaskan bahwa program tersebut akan berkelanjutan dengan tetap berada pada core based literasi tematik untuk kesejahteraan.

Penulis: Hutri Agustino
Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kabupaten Malang;
Pendiri Taman Baca Masyarakat (TBM) Pondok Sinau Lentera Anak Nusantara (LENSA) dan Dosen FISIP Unmuh Malang

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/