alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Dosen Polinema Inisiasi Video Promosi Kajoetangan

MALANG KOTA – Tiga dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) turun gunung demi popularitas kawasan heritage Kayutangan. Dr Baroroh Lestari S Sos MAB, Dra Ita Rifiani Permatasari MM, dan Ellyn Eka Wahyu S Sos MAB yang merupakan dosen dari jurusan Administrasi Niaga itu berhasil membuat video untuk mempromosikan daerah yang terletak di Jalan Basuki Rahmat tersebut.

Video promosi branding Kampung Heritage Kayutangan itu merupakan hasil penelitian dipusatkan pada perkampungan yang ada di Kampung Heritage Kayutangan yaitu di RW 1, RW 9, dan RW 10 Kelurahan Kauman. Rabu (30/12), secara online dilakukan launching Video Promosi Branding Kampoeng Heritage Kajoetangan. Launching tersebut juga dilakukan secara offline di Gedung AB Polinema.

Video itu bakal diupload di beberapa media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Youtube. “Video ini menunjukan bahwa kawasan Kayutangan bukan hanya pertokoan, namun juga ada beberapa destinasi wisata. Berdasarkan hasil penelitian ini, ada lima destinasi wisata yang bisa dikelola yaitu wisata bangunan tua dan bersejarah, wisata religi, kuliner dan perdagangan, eksplor sungai serta event dan pertunjukan,” jelas Dr Baroroh Lestari S Sos MAB.

Tidak hanya video, penelitian ini juga menghasilkan theme song video berjudul “Helum Kajoetangan” yang dinyanyikan oleh Bambu Tewur, group musik beranggotakan pemuda-pemuda Kayutangan. Penelitian yang dimulai pada April lalu itu sempat tersendat karena pandemi Covid-19. “Kami sempat tidak boleh masuk Kampung Kayutangan karena kampung lockdown. Komunikasi dan diskusi pembuatan video waktu itu melalui handphone yang dibantu oleh mahasiswa yang tinggal di kawasan Kayutangan. Ada dua mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga yang dilibatkan dalam penelitian ini, Audi dan Mohammad Rif’an”, katanya.

Baroroh berharap, degan adanya adanya video ini masyarakat lebih teredukasi bahwa kawasan Kayutangan bukan hanya pertokoan. Namun banyak tempat wisata yang dikunjungi diantaranya rumah tua yang dibangun pada tahun 1870, rumah Belanda dengan perabotan asli jaman Belanda, toko tembakau yang sudah dikelola tiga generasi dan saluran irigasi.

Sementara itu, Pembantu Direktur I Polinema, Supriatna Adhisuwignjo ST MT dalam sambutannya mengharapkan penelitian dosen Polinema dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Saya mengapresiasi karya penelitian ini karena memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah Kota Malang dan masyarakat di kawasan Kayutangan,” tuturnya.

Selain dihadiri Pembantu Direktur I Polinema, Ketua Jurusan Administrasi Niaga, Lurah Kauman, Babinsa dan Babinkamtibmas, Ketua Manajemen Kajoetangan, Ketua RW 1, RW 9, dan RW 10 Kelurahan Kauman, serta utusan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, hadir pula Diaspora Malang di Belanda, Dessy Irawati Rutten Ph D FeRSA. “Saya memberikan apresiasi kepada Polinema atas launching video “Helum Kajoetangan” dan akan mempromosikan Malang untuk go international,” katanya.

Kota Malang bagi orang Belanda merupakan salah satu tujuan wisata karena wisata heritage nya dan napak tilas tempat tinggal para leluhurnya.

Pewarta: Ilmi

MALANG KOTA – Tiga dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) turun gunung demi popularitas kawasan heritage Kayutangan. Dr Baroroh Lestari S Sos MAB, Dra Ita Rifiani Permatasari MM, dan Ellyn Eka Wahyu S Sos MAB yang merupakan dosen dari jurusan Administrasi Niaga itu berhasil membuat video untuk mempromosikan daerah yang terletak di Jalan Basuki Rahmat tersebut.

Video promosi branding Kampung Heritage Kayutangan itu merupakan hasil penelitian dipusatkan pada perkampungan yang ada di Kampung Heritage Kayutangan yaitu di RW 1, RW 9, dan RW 10 Kelurahan Kauman. Rabu (30/12), secara online dilakukan launching Video Promosi Branding Kampoeng Heritage Kajoetangan. Launching tersebut juga dilakukan secara offline di Gedung AB Polinema.

Video itu bakal diupload di beberapa media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Youtube. “Video ini menunjukan bahwa kawasan Kayutangan bukan hanya pertokoan, namun juga ada beberapa destinasi wisata. Berdasarkan hasil penelitian ini, ada lima destinasi wisata yang bisa dikelola yaitu wisata bangunan tua dan bersejarah, wisata religi, kuliner dan perdagangan, eksplor sungai serta event dan pertunjukan,” jelas Dr Baroroh Lestari S Sos MAB.

Tidak hanya video, penelitian ini juga menghasilkan theme song video berjudul “Helum Kajoetangan” yang dinyanyikan oleh Bambu Tewur, group musik beranggotakan pemuda-pemuda Kayutangan. Penelitian yang dimulai pada April lalu itu sempat tersendat karena pandemi Covid-19. “Kami sempat tidak boleh masuk Kampung Kayutangan karena kampung lockdown. Komunikasi dan diskusi pembuatan video waktu itu melalui handphone yang dibantu oleh mahasiswa yang tinggal di kawasan Kayutangan. Ada dua mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga yang dilibatkan dalam penelitian ini, Audi dan Mohammad Rif’an”, katanya.

Baroroh berharap, degan adanya adanya video ini masyarakat lebih teredukasi bahwa kawasan Kayutangan bukan hanya pertokoan. Namun banyak tempat wisata yang dikunjungi diantaranya rumah tua yang dibangun pada tahun 1870, rumah Belanda dengan perabotan asli jaman Belanda, toko tembakau yang sudah dikelola tiga generasi dan saluran irigasi.

Sementara itu, Pembantu Direktur I Polinema, Supriatna Adhisuwignjo ST MT dalam sambutannya mengharapkan penelitian dosen Polinema dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Saya mengapresiasi karya penelitian ini karena memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah Kota Malang dan masyarakat di kawasan Kayutangan,” tuturnya.

Selain dihadiri Pembantu Direktur I Polinema, Ketua Jurusan Administrasi Niaga, Lurah Kauman, Babinsa dan Babinkamtibmas, Ketua Manajemen Kajoetangan, Ketua RW 1, RW 9, dan RW 10 Kelurahan Kauman, serta utusan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, hadir pula Diaspora Malang di Belanda, Dessy Irawati Rutten Ph D FeRSA. “Saya memberikan apresiasi kepada Polinema atas launching video “Helum Kajoetangan” dan akan mempromosikan Malang untuk go international,” katanya.

Kota Malang bagi orang Belanda merupakan salah satu tujuan wisata karena wisata heritage nya dan napak tilas tempat tinggal para leluhurnya.

Pewarta: Ilmi

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/