Bahkan tak ada lagi toga yang menjadi simbol dari rampungnya studi mahasiswa, diprosesi wisuda Universitas Brawijaya tahun ini. Sehigga, menurut sebagian mahasiswa, prosesi wisuda tahun ini jadi kurang ada kenangannya.
Kabar wisuda melalui daring dan tanpa Toga ini diumumkan melalui website milik UB di https://ub.ac.id/id/pengumuman-pelaksanaan-wisuda-daring-t-a-2019-2020/. Peraturan ini dibuat dalam rangka mendukung usaha pemerintah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 juga implementasi Pertor (Peraturan Rektor) UB Nomor 35 Tahun 2020 tentang Kampus Tangguh.
Sebagai gantinya, di pelaksanaan wisuda kali ini para wisudawan laki-laki mengenakan kemeja lengan panjang warna putih dan berdasi hitam, rapi dan wajah harus terlihat dengan jelas. Sementara, wisudawan perempuan mengenakan pakaian nasional jika memungkinkan, atau menyesuaikan kondisi yang ada namun tetap rapi dan wajah terlihat dengan jelas.
Sementara itu, pembagian Ijazah akan dilakukan di Fakultas masing-masing dengan mekanisme dan waktu pengambilan akan diumumkan di kemudian hari.
Peraturan ini menimbulkan polemik di kalangan calon wisudawan UB TA 2019/2020. Oki, Mahasiswi Fakultas Teknik (FT) UB mengaku kecewa dengan peraturan baru ini.
"Sebenarnya selama tidak ada biaya tambahan, saya sih oke saja. Tapi entah kenapa kurang “memorable” gitu. Soalnya toga ini tanda kita udah wisuda dan udah lulus, jadi nggak bisa deh foto-foto di rektorat," keluh mahasiswi asal Jember itu.
Hal serupa diungkap Feni, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya Malang. Ia ingin pihak kampus mengkaji ulang poin-poin yang sudah diputuskan. Menurutnya, banyak pula kawannya sesama mahasiswa yang mengeluhkan merasa dirugikan dengan keputusan wisuda UB tahun ini.
"Sebenarnya buat aku tidak masalah wisuda online. Kita baik-baik saja, tapi kenapa ada kebijakan tidak pakai toga. Itu jadi pertanyaan besar, kalau memang alasannya covid-19, kenapa pengambilan ijazahnya masih di fakultas masing-masing, apa bedanyaa, kenapa tidak dipaketin sekalian saja gitu toga sama ijazahnya kalau mempertimbangkan mahasiswa. Kasihan yang sudah terlanjur bayar," paparnya.
Pewarta: Errica Vannie Editor : Shuvia Rahma