Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi menyampaikan, bagi-bagi masker tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi dan kepedulian Unisma pada masyarakat di masa pandemi. Karena masih relatif banyak warga yang belum menggunakan masker.
“Tadi kami temui (di depan kampus), banyak yang nggak pakai masker,” kata pria asal Kabupaten Tuban ini, Kamis (22/10).
Menurutnya, Unisma merupakan bagian dari NU. Sehingga, Unisma harus menjadi pelopor dalam mengisi hari santri nasional.
“Ini momentum untuk mengisi kemerdekaan dan menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” terangnya.
Dia menambahkan, orasi kebangsaan tersebut ditekankan pada muhasabah peran santri. Terutama saat masa perjuangan merebut NKRI dari tangan penjajah dan menjaga NKRI.
“Yang penting lagi, apakah yang akan dilakukan para santri setelah itu,” ungkap pria yang menjadi Rektor Unisma dua periode ini.
Sedangkan, judul buku yang dibedah dalam HSN tersebut adalah Islam dan Kemerdekaan Beragama, Sang Inspirator, dan Strategi dan Aksi Unisma sebagai Kampus Pelopor Gerakan Anti Radikalisme.
Pewarta: Imam N Editor : Shuvia Rahma