Aldo menjelaskan bahwa ada satu syarat bagi mahasiswa untuk bisa bebas sidang skripsi. Antara lain, meraih juara satu pada kompetsisi tingkat nasional, meraih juara satu dua atau tiga pada kompetsisi tingkat internasional, dan lolos pada pekan ilmiah mahasiswa nasional (Pimnas).
“Kalau yang saya ajukan, juara satu pada Hasanuddin Scientific Fair (HSF) 2019,” kata laki-laki kelahiran Balikpapan itu.
HSF sendiri adalah ajang ilmiah tahunan yang digelar oleh lembaga ilmiah lingkup Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, yaitu MYRC (Medical Youth Research Club). HSF 2019 diselenggarakan pada 21-24 Maret 2019.
Laki-laki kelahiran 18 September 2000 itu mengaku, alasan dia berhasil mendapat gelar Sarjana Kedokteran di usianya yang masih 20 tahun karena saat masuk SD, usianya masih 5 tahun.
“Kemudian, waktu SMP dan SMA, saya ikut program akselerasi,” tuturnya. Dia pun berhasil menyelesaikan pendidikan kedokterannya selama 7 semester. Skripsi yang Aldo ambil berjudul auto imun tentang lupus. Mengerjakan itu, Aldo hanya butuh waktu satu tahun yaitu sejak semester 4 hingga semester 6.
Anak dari pasangan Brigjen TNI Hardani Lukitanta Adi SSos dan Ir Penny Fitriati Koeswardhani itu menuturkan, setelah ini dia langsung melanjutkan ke pendidikan profesi. “Koas selama 2 tahun. Lalu internship untuk pengenalan dokter sebagai dokter umum di puskesmas atau pedalaman,” katanya.
Meskipun dia seorang anak Jenderal, Aldo mengatakan bahwa dia belum mengarah untuk ke sekolah perwira prajurit karir (PPK). Hal itu dikarenakan, dia berkeinginan untuk fokus pada dunia kedonteran dengan mengambil program pendidikan dokter spesialis (PPDS). “Saya belum tahu, antara spesialis jantung atau anak. Tapi untuk saat ini, dokter umum dulu,” kata Aldo.
Aldo mengaku bahwa cita-citanya memang menjadi seorang dokter. Oleh karena itu sejak SMA dia sudah mengikuti olimpiade kedokteran. Hingga saat ini, ada sekitar 40 an medali yang berhasil dia kumpulkan. Selain juara satu HSF 2019, beberapa prestasinya antara lain, meraih juara satu pada International Research Competition 7 th Jember Dentisty Scientific Festival 2018.
“Di HSF 2019 itu, saya juga meraih juara dua, karena saya submit 2 paper,” katanya. Kemudian, meraih juara tiga pada Asia Pacific Academy Of Pediatric Allergy, Respirology and Immunology (APARARI) Congress 2019 di Bali.
“Saya ikut olimpiade karena suka jalan-jalannya,” tutup Aldo.
Pewarta: Ilmi Editor : Shuvia Rahma