Para peserta PUKA tersebut dibagi dalam empat tahap kegiatan yang dimulai sejak 31 Oktober hingga 15 November.
Ketua BAN PAUD Pendidikan Non Formal (PNF) Jatim Drs. Totok Isnanto menjelaskan, Jawa Timur memiliki hampir 800 asesor rumpun PAUD, LKP dan PKBM yang perlu ditingkatkan kompetensinya sesuai dengan kebijakan BAN PAUD PNF.
Kebijakan tersebut meliputi penguatan tata kelola BAN PAUD dan PNF (capacity building), penyempurnaan instrumen EDS-PA dan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV), peningkatan kompetensi asesor, penyempurnaan aplikasi Sispena 3.0 dan pelaksanaan akreditasi melalui piloting.
“Intinya, kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki sistem akreditasi yang sebelumnya ada,” terang dia.
Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi di 38 wilayah kota kabupaten dengan mengundang 573 lembaga calon piloting dengan narasumber anggota BAN PAUD PNF Jatim didampingi asesor setempat yang telah lulus PUKA.
“Target sosialisasi adalah peserta mengisi Evaluasi Diri Satuan Prasyarat Akreditasi (EDS-PA) selanjutnya dilakukan penilaian Klasifikasi Permohonan Akreditasi (KPA) yang dilakukan oleh asesor yang lulus PUKA dan dilanjutkan visitasi dan validasi,” urai dia.
Totok menegaskan, kegiatan piloting tidak akan mengubah status akreditasi lembaga karena hanya untuk menguji instrument. “Bukan untuk penilaian,” pungkasnya.
Pewarta: Inifia Editor : Shuvia Rahma