Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

BKK SMK Brantas Karangkates Gaet 20 Perusahaan Multinasional

Farik Fajarwati • Selasa, 18 Mei 2021 | 23:16 WIB
Plt Kepala Seoklah SMK Brantas Karangkates Sudjai Sugianto SPd MM siap mengantar alumnus terjun ke DUDI. (Ist)
Plt Kepala Seoklah SMK Brantas Karangkates Sudjai Sugianto SPd MM siap mengantar alumnus terjun ke DUDI. (Ist)
KABUPATEN - Perlahan namun pasti, SMK Brantas Karangkates tumbuh menjadi sekolah kejuruan yang diperhitungkan. Dengan keunggulan Bursa Kerja Khusus (BKK)-nya, SMK Brantas kini menjadi jujugan industri-industri besar.

Perjalanan panjang mewarnai sejarah berdirinya SMK Brantas Karangkates. Dulu, sekolah ini bernama SMK Kartika. Pada era 1990-an, kondisinya sangat menyedihkan. Ketika itu puhak sekolah bahkan hanya menyisakan 18 siswa kelas III dan 18 siswa kelas II. Sedangkan siswa kelas I nihil.

Prihatin dengan kondisi tersebut, lima orang guru SMA Kartika bersatu dan bertekad membawasekolah tersebut kepada perubahan. Maka, pada tahun 1995, digantilah nama SMA Kartika menjadi SMK Brantas Karangkates. Tentu bukan awal yang mudah bagi para pendirinya. Butuh kerja keras dan komitmen kuat untuk membuat lembaga ini semakin kokoh berdiri.

Singkat cerita, SMK Brantas Karangkates berhasil mencatatkan kemajuan pesat. Kini, sekolah yang berada dibawah komando Sudjai Sugianto SPd MM sebagai pelaksana tugas (Plt) menggantikan (alm) H. Henis Suswanto SPd MSi ini memiliki 2.600 siswa. Di bawah bimbingan 100 orang guru, mereka tidak hanya dididik dengan kompetensi skala dunia usaha dan industri. Tetapi juga menjadi  generasi dengan karakter tinggi

”Kami benar-benar membentuk karakter anak di sini. Karena dunia industri tidak hanya membutuhkan lulusan yang pintar saja, melainkan mereka yang memiliki kepribadian luhur,” ungkap Sudjai. Lembaga pendidikan yang beralamat di Jalan Lolaras Nomor 14 Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang itu juga terus mengupgrade kemampuan para tenaga pendidiknya. Salah satunya melalui penilaian kinerja guru (PKG).

Sehingga, output atau lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kompetensi dunia usaha dan industri. ”Kami memiliki Bursa Kerja Khusus (BKK) untuk menyalurkan anak-anak ke dunia kerja. Ada 20 perusahaan besar dari seluruh Indonesia yang bekerja sama dengan BKK SMK Brantas,” terang dia.

Perusahaan-perusahaan tersebut selalu jemput bola menjelang kelulusan tiba. Hasilnya, sebanyak 90 persen lulusan SMK Brantas Karangkates langsung tersalurkan ke dunia kerja. Sedangkan 10 persen sisanya, sebagian melanjutkan ke perguruan tinggi dan sebagian lagi berwirausaha.

”Tahun ini, ada 600 siswa baru yang masuk melalui jalur inden. Kami sangat bersyukur karena SMK Brantas dipercaya masyarakat untuk mendidik anak-anak mereka. Dan kami akan terus berjuang mengembangkan sekolah,” tukas Sudjai. (qq/nen) Editor : Farik Fajarwati
#JPRM #RMA #Sudjai Sugianto #SMK Brantas Karangkates