Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tim Pengabdian MBKM UMM Berdayakan Usaha Mikro Desa Pandanrejo

Didik Harianto • Jumat, 17 Desember 2021 | 14:00 WIB
Photo
Photo
Di tengah situasi pandemi yang membuat kondisi perekonomian serba tidak pasti, telah mendorong banyak pihak untuk terus mengembangkan berbagai kreativitas serta inovasi utamanya yang berbasis pada teknologi informasi. Sistem manajemen usaha yang dilakukan dengan pendekatan konvensional akan jauh tertinggal. Karena sistem teknologi terus menyediakan berbagai sistem aplikasi baru yang semakin memudahkan proses promosi produk sampai terjadi transaksi jual-beli.

Namun, belum semua sektor telah familiar dengan situasi tersebut, khususnya usaha skala mikro yang tersebar sampai wilayah pelosok desa. Dalam konteks tersebut, tim Pengabdian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) UMM melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan sasaran usaha skala mikro di Desa Pandanrejo, Kecamatan Pagak Kabupaten Malang.

Photo
Photo


Tim yang diketuai oleh Dra. Arfida B., MS dari Prodi Ekonomi Pembangunan dan beranggotakan Prof. Elfi Anis Saati dari Prodi Teknologi Pangan, Eko Budi C., MT dari Prodi Informatika serta Hutri Agustino., M.Si. dari Prodi Kesejahteraan Sosial tersebut dibawah koordinasi Tim Taskforce Pengabdian Masyarakat DPPM UMM yakni Dr. Oman Sukmana dan Ririn Harini., M.Kep. fokus pada intervensi inovasi kemasan berbagai produk usaha mikro berbasis e-commerce untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena, menurut  Katrin selaku Ketua UKM Desa Pandanrejo bahwa sementara ini varian produk yang di dominasi oleh berbagai olahan makanan dan minuman termasuk aneka kue dan minuman herbal tersebut sangat membutuhkan pembinaan mulai dari aspek permodalan, kualitas proses, packaging sampai digital marketing. Apalagi, Desa Pandanrejo telah memiliki ikon wisata “Lembah Bidadari” yang dapat di integrasikan dengan keberadaan berbagai usaha mikro tersebut sehingga lebih produktif.

Dalam sesi pelatihan yang digelar pada hari Kamis (16/12), Arfida selaku ketua tim pada sesi pertama menyampaikan materi tentang transformasi pasar modern yang telah menjadi keniscayaan serta strategi membentuk wirausaha tangguh. Menurutnya bahwa produsen atau pemilik usaha mikro harus menyadari bahwa tuntutan customer saat ini tidak hanya terkait dengan kualitas produk dan harga yang kompetitif, tetapi juga menyangkut aspek kenyamanan dan kebersihan tempat, kemudahan dan keamanan saat transaksi dilakukan, sampai pada aspek ketersediaan produk jika terjadi peningkatan permintaan yang luar biasa.

Selanjutnya, untuk menjadi wirausaha yang tangguh terdapat beberapa karakter yang harus di perhatikan, mulai dari motivasi berprestasi, visioner dan selalu berpikir positif, memiliki jaringan usaha dan kerjasama yang luas, adaptif terhadap berbagai perubahan serta kemampuan leadhership yang kuat. Pada sesi kedua, Elfi Anis Saati yang juga guru besar bidang Teknologi Hasil Pertanian (THP) tersebut menyampaikan materi tentang inovasi kemasan produk pangan sehat dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi keluarga.

Menurut Elfi bahwa minimal terdapat tiga alasan utama melakukan pembungkusan, yakni: pertama, untuk keamanan produk yang dipasarkan; kedua, untuk membedakan dengan produk pesaing; dan ketiga, identifikasi produk (branding, merk) menjadi lebih efektif. Mengutip Philip Kotler sebagai ahli marketing bahwa pembungkusan (packaging) menjadi salah satu unsur dari 5 P selain Price, Product, Place dan Promotion. Lebih lanjut,  Elfi juga menyampaikan informasi tentang karakteristik, struktur, desain, labeling sampai testing kemasan produk. Sedangkan dalam konteks kebutuhan akan pangan sehat, peserta pelatihan diminta untuk memperhatikan Permenkes No. 722/Menkes.Per/IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan (BTM) yang aman dan di larang untuk di pergunakan seperti Asam Borat (Boraks), Asam Salisilat, Dietilpirokarbonat (DEP), Dulsin, Formalin, Kalium Bromat, Kalium Klorat, Brominated Vegetable Oil (BVO), Kloramfenikol dan Nitrofurazon.

Selanjutnya, Nanang Cahyono selaku Kepala Desa Pandanrejo sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian tersebut dan berharap agar kerjasama produktif dengan UMM dalam beberapa tahun terakhir dapat terus dilanjutkan, utamanya dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Editor : Didik Harianto
#MBKM UMM #packaging #pandanrejo #digital marketing #THP