Kepala MTsN 2 Kota Malang Dr H Subhan SPd MSi, mengatakan bahwa dengan adanya ma'had ini nantinya siswa akan lebih banyak yang berpretasi, baik dari segi akademik maupun non akademik. Pun dapat memperkuat karakter keagamaan siswa. "Kami ingin menciptakan generasi islami yang mencintai NKRI. Masyarakat sangat antusias, tapi sayangnya kami terbatas kuota atau kapasitas," katanya.
Antusias masyarakat sangat luar biasa. Ini dilihat dari banyaknya peserta yang mendaftar yang melebihi kuota. Padahal Ma'had hanya dapat menampung total 120 siswa, dengan rincian 60 putra, dan 60 putri. Maka dari itu, Subhan menambahkan bahwa tak sembarangn siswa dapat menempati Ma'had
"Yang menjadi prioritas adalah siswa MTsN 2 Kota Malang, yang tempat tinggalnya jauh. Selain itu, Ma'had juga diprioritaskan untuk siswa yang mengikuti program unggulan, seperti Tahfid, kemudian Sistem Kredit Semester (SKS) maupun mereka yang mengikuti olimpiade,"jelasnya.
Sementara itu, Direktur KSKK Kemenag, Prof Dr H Moh Isom MAg, dalam sambutannya menjelaskan, bahwa perkembangan Madrasah saat ini sangat baik. Animo masyarakat sangat menggembirakan. Pandangan masyarakat akan madrasah kini sudah berubah. Sehingga madrasah menjadi pilihan utama untuk menempuh pendidikan saat ini.
Madrasah menjadi kebanggaan masyarakat dengan banyaknya siswa yang memilih madrasah untuk menempuh pendidikan. Hal ini menandakan jika masyarakat, khususnya umat Islam telah memiliki kesadaran yang bagus untuk menyekolahkan buah hatinya agar memiliki bekal agama maupun keilmuan yang kuat.
"Tapi kini pandangan masyarakat telah berubah. Dulu madrasah dianggap prirotitas kedua. Kalau nggak masuk sekolah negeri, kemudian berbondong bondong ke madrasah. Bahkan ada yang menganggap sekolah pinggiran,"jelasnya.
Ia beraharap bahwa dengan adanya Ma'had di MTsN 2 Kota Malang, nantinya bakal semakin mendukung transformasi SDM yang ada. Baik dari segi penguatan karakter dengan keilmuan agama maupun keilmuan formal lainnya.
"Kita harapkan, madrasah menjadi hegemoni sistem pendidikan di Indonesia. Nggak muluk-muluk, saya ingin umat Islam, lebih mencintai madrasah, lebih ingin menyekolahkan anaknya ke madrasah. Madrasah jaminannya dunia dan akhirat," harapnya.
Pewarta: Rofia Ismania Sarti Editor : Didik Harianto