MALANG KOTA - Siswa istimewa dan siswa reguler SMPN 10 Malang menghelat aksi mural. Ini merupakan salah satu wujud nyata belajar bersama.
Aksi ini bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Seni Rupa Murni Universitas Brawijaya.
Lokasi aksi mural adalah sekitar SMPN 10 Malang, Jalan Mayjen Sungkono.
Menggambar mural dihelat dalam rangka pengabdian masyarakat. Tim dari FIB Prodi Seni Rupa Murni UB dipimpin dosen A Syarifuddin Rohman MPd dan Mayang Anggrian MPd.
"Hal ini menegaskan bahwa mahasiswa juga bagian dari masyarakat yg peduli terhadap siswa istimewa," kata Ketua Pelaksana Aksi Mural, Dian Febrianti, SPd.
Aksi mural dihelat mulai 22 sampai 24 Februari 2023 lalu. Ini tak lepas dari kegiatan proyek profil pelajar Pancasila yang merupakan implementasi dari kurikulum merdeka belajar.
Nilai-nilai profil pelajar Pancasila tercermin dalam kegiatan ini. Antara lain gotong royong, kemandirian, kerja sama dan sikap toleransi.
SMP 10 merupakan salah satu SMPN di Kota Malang yang aktif dalam mencetuskan inovasi-inovasi sekolah. Misalnya, sekolah gemar makan ikan dan pengolahan sumber daya air.
Ada pula sekolah Adiwiyata tingkat ASEAN green school, sekolah ramah anak, sekolah siaga kependudukan, sekolah dengan inovasi meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
Baru-baru, SMPN 10 Malang sudah memperoleh penghargaan tingkat provinsi. Yaitu Jarik Mak'siti, singkatan dari belajar menarik bersama siswa istimewa.
Inovasi-inovasi tersebut divisualisasikan dalam bentuk mural. Dengan kegiatan mural ini, inovasi-inovasi sekolah tersebut bisa diperkenalkan ke masyarakat umum.
Siswa-siswi istimewa di SMPN 10 Malang mendapat bimbingan khusus guru. Kegiatan mural ini menjadi salah satu wujud kegiatan belajar menarik bagi para siswa istimewa.
Sebab, tak menutup kemungkinan mereka mungkin kesulitan dalam berproses belajar di kelas. Kegiatan mural ini merupakan fasilitas belajar alternatif.
"Dengan harapan, mereka lebih semangat dan lebih giat dalam proses melukis mural," tutupnya.(jprm2/fin) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana