RADAR MALANG - Kesempatan untuk memperoleh pendidikan tinggi secara mudah dan murah bukan hanya bisa dimiliki oleh warga perkotaan. Namun warga desa juga bisa.
Demikian disampaikan Endang Tyasmaning Mpd selaku Wakil Rektor 2 Institut Agama Islam Sunan Kalijogo (IAI SKJ) Malang, awal pekan lalu.
“Dengan biaya yang terjangkau ini, kami berharap bisa meningkatkan SDM warga desa khususnya di Kecamatan Jabung supaya mampu bersaing dengan SDM dari warga perkotaan,” katanya.
Cita-cita mendirikan IAI SKJ berawal dari Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung. KH Ali Muzaki, selaku pengasuh ponpes ini menginginkan agar setiap santrinya bisa melanjutkan pendidikannya hingga ke jenjang perguruan tinggi, tentunya dengan biaya terjangkau.
Hingga di tahun 2017, didirikan kampus IAI SKJ di Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Perguruan tinggi yang lokasinya menyatu dengan lokasi ponpes ini, berada di bawah naungan Yayasan Sunan Kalijogo Jabung.
Kampus yang berbasis pondok pesantren ini berorientasi menjadikan santrinya bisa mondok sambil kuliah. “Di pondok ini ada program diniyah wusthiyah, sehingga santri dapat mondok sambil berkuliah. Karena keberadaan pondok sudah ada sejak dahulu, jadi biar imbang dunia dan akhiratnya,” kata Endang mengutip pernyataan KH Ali Muzaki.
Cita-cita KH Ali Muzaki, lanjut Endang, ke depannya, kampus ini juga akan memiliki program pasca sarjana. Hal ini sudah tertuang dalam tulisan wasiat Ayahanda beliau yaitu Romo Kyai Nur Salim.
Biaya pendidikan di IAI SKJ Malang ini sangat terjangkau, mahasiswa di sini cukup membayar Rp 1,2 juta per semesternya. Bisa sangat murah karena, yayasan memberikan subsidi biaya pendidikan bagi setiap mahasiswanya.
“Harapannya santri sekaligus mahasiswa IAI SKJ Malang ini bisa pulang dengan membawa dua ijazah. Yakni ijazah madrasah diniyah wusthiyah dan ijazah S-1,” pungkas Endang.(*/mas)
Pewarta : Fanuzulum Nurfakurida Ilsabillah, Mahasiswa semester VIII IAI Sunan Kalijogo Malang Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana