MALANG KOTA - Hasil Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) di Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) bakal diumumkan 28 Maret nanti.
Meski begitu, gambaran terkait siapa yang lolos seleksi sudah bisa diketahui. Mereka yang menjadikan UB dan UM sebagai pilihan kedua punya peluang lebih sedikit.
Bila ditotal, ada 25.603 calon mahasiswa yang masuk kategori pemilih kedua tersebut. Rinciannya, di UB ada 13.028 calon mahasiswa jalur prestasi. Sementara di UM ada 12.575 calon.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Imam Santoso MP mengatakan, penyeleksian terhadap pendaftar SNBP tentu lebih memprioritaskan pendaftar di pilihan pertama.
Alasannya karena secara psikologis, pemilih pertama mempunyai keinginan lebih untuk menjadi mahasiswa dan belajar di UB. ”Kalau pemilih kedua kan masih bisa pindah ke lain hati,” kata Prof Imam, sapaan akrabnya.
Meski begitu, dia memastikan bila berkas pendaftar pilihan kedua tetap dinilai. Itu jika kuota yang dibuka masih belum terpenuhi dari penyeleksian terhadap pendaftar di pilihan pertama.
Baca Juga : SNBP di Malang, Peluang Masuk UB Jalur Prestasi 1:8.
Sebab, pihak kampus menerapkan kriteria masing-masing untuk standar penilaiannya. Sebelumnya, UB sudah menyeleksi sebanyak 26.814 berkas pendaftar pemilih pertama.
Sementara, mulai 20 Maret lalu, mereka menyeleksi 13.028 berkas pendaftar pilihan kedua. Meski penilaian untuk pendaftar di pilihan pertama sudah rampung, UB masih enggan merilis berapa banyak pendaftar di pilihan pertama yang diterima.
Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB Heri Prawoto menyebut bila hasil penyeleksian pendaftar, baik di pilihan pertama maupun di pilihan kedua akan dibahas dalam rapat pleno di Jakarta.
Karena itu lah pihaknya belum bisa menyampaikan hasilnya. ”Sekarang semua masih berjalan,” kata dia.
Secara umum, dia menyebut bila penyeleksian pendaftar SNBP berbasis nilai rapor. Namun, untuk jurusan-jurusan tertentu, juga dilakukan penilaian terhadap bakat dan keterampilan pendaftar.
Penilaian tersebut didasarkan pada portofolio yang dilampirkan pendaftar. ”Itu berlaku untuk jurusan-jurusan seperti seni dan olah raga,” ucapnya. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Selain itu, prestasi-prestasi penunjang dari pendaftar juga mempunyai bobot tersendiri. Sehingga, penyertaan sertifikat juara lomba sangat bisa menunjang penilaian peserta SNBP.
Dari akumulasi ketiga hal tersebut, pihak kampus akan melakukan pemeringkatan untuk menyaring peserta dengan nilai terbaik, yang memenuhi kriteria kampus. Bila ditotal, jalur SNBP di UB dilamar 39.842 pendaftar.
Sedangkan di UM dilamar 25.036 pendaftar. Jumlah tersebut terdiri atas 12.461 pendaftar di pilihan pertama dan 12.575 pendaftar di pilihan kedua.
Sama halnya dengan UB, UM juga telah rampung melakukan penilaian terhadap pendaftar SNBP di pilihan pertama.
Saat ini UM juga sedang dalam proses penyeleksian untuk pendaftar di pilihan kedua.
Kepala Sub Direktorat Seleksi UM Rizky Firmansyah mengatakan, pihaknya baru menerima berkas pendaftar pilihan kedua yang dikirimkan dari pusat, Senin lalu (20/3). Sehingga saat itu juga proses penyeleksian tahap dua dilakukan.
Baca Juga : Kontribusi untuk Desa Mitra Binaan UM.
Meski nasib pendaftar pilihan kedua di UM masih abu-abu, pihaknya memastikan masih ada peluang untuk diterima. Sebab, di UM, peluang bagi pendaftar pilihan pertama dan kedua sudah ditentukan.
”Itu kebijakan masing-masing kampus,” terangnya. Meski begitu, Rizky enggan menyebutkan berapa besaran peluang pendaftar pilihan kedua untuk diterima.
Meski begitu, dia mengirim sinyal bila kans pendaftar pilihan pertama lebih besar. ”Sehingga kami tidak menutup kemungkinan pendaftar pilihan kedua akan tetap mempunyai kesempatan untuk dinilai, diseleksi, dan diterima,” paparnya.
Dia menambahkan, dalam proses penilaian, UM menggunakan sistem yang bisa menyeleksi berdasar kriteria dan standar yang telah ditentukan kampus.
Lebih lanjut, Rizky menjelaskan bila penilaian untuk pendaftar di pilihan pertama dilakukan dalam tiga tahap. Yakni penilaian portofolio, pemeringkatan berdasar nilai rapor, dan penilaian prestasi penunjang lainnya.
Proses penilaian itu paling lambat akan diselesaikan 26 Maret mendatang. Kemudian dari hasil penilaian yang sudah ada, pihak kampus akan menggelar forum rapat pleno di Jakarta. (dre/by) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana