Para wisudawan tersebut terdiri dari 475 mahasiswa jenjang sarjana (S1) dan 26 mahasiswa magister (S2).
Rektor Unikama Dr Sudi Dul Aji MSi mengungkapkan bahwa Unikama saat ini berada di peringkat 1 pada lingkungan Perguruan Tinggi PGRI.
Sedangkan di tingkat Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Malang Raya berada di peringkat 3 serta posisi ke 14 dari 500 PTS se-Jawa Timur.
"Prestasi membanggakan yang perlu dipertahankan dan perlu ditingkatkan," tuturnya
Hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan dana hibah yang ada di bidang kemahasiswaan untuk kegiatan PKM dan P2MW. Menurut Sudi, saat ini Unikama memiliki 19 unit kegiatan mahasiswa yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan minat dan bakat.
Universitas yang batu saja merayakan dies natalis ke-65 tersebut sudah melaksanakan berbagai program pendidikan tinggi. Salah satunya Kampus Merdeka yang di dalamnya mencakup empat kebijakan penting.
Yaitu pembukaan program studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, perguruan tinggi negeri badan hukum, dan hak belajar tiga semester di luar program studi.
"Program Kampus Merdeka bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi dengan memfasilitasi, mendorong, mempercepat perguruan tinggi mencapai tujuannya," ungkapnya.
Hal Tersebut tercermin dalam delapan Indikator Kinerja Utama (IKU), yang mencakup tiga unsur atau tiga kualitas penting.
Lebih lanjut, dalam rangka pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) khususnya terkait dengan kualitas dosen, menurut Sudi, maka kegiatan bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diarahkan agar luarannya mendapatkan rekognisi nasional maupun internasional.
Pada tahun 2022/2023 total judul penelitian dosen Unikama mencapai 23 demgan pengabdian sebanyak 5 judul. Sementara dari DIPA LPPM 61 judul penelitian dan 40 judul pengabdian masyarakat. Perolehan HKI yang terdiri dari Hak Cipta 41, Paten Granted 1 dan Paten terdaftar 1.
Sudi mengucapkan selamat kepada para wisudawan. Pihaknya berharap para wisudawan dapat memanfaatkan ijazah dengan memulai berkarsa dan berkarya nyata sesuai bidang keahlian masing-masing.
"Tingkatkan kemampuan, pertajam terus daya nalar melalui literasi iptek dan juga literasi kemanusian serta spiritualitas karena dengan modal itu, hidup akan lebih bermakna," tutupnya. (Jprm2/dur/nen) Editor : Neny Fitrin