Simulasi dalam Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana oleh PPGPA GLAMOUR
MALANG- Kepanikan melanda SD Sunan Giri, Ngebruk, Kabupaten Malang, (18/7). Seluruh siswa dan guru tampak berlarian menyelamatkan diri karena tiba-tiba gempa melanda.
Ada yang keluar dari ruang kelas sambil menutupkan tas ransel di atas kepala, ada pula yang memilih berlindung di bawah meja-meja belajar.
Tapi tenang, itu bukan gempa betulan. Tetapi simulasi kesiapsiagaan bencana yang digelar oleh
Perhimpunan Pendaki Gunung dan Penjelajah Alam (PPGPA) GLAMOUR (Glorious Adventurer and MOUntaineeR). Bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Alam Lestari (SAL), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Malang, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Kota Malang, komunitas ini mengadakan pelatihan satuan pendidikan aman bencana (SPAB) di sekolah tersebut.
Pelatihan itu merupakan langkah konkret yang diambil oleh PPGPA GLAMOUR dan mitra-mitranya untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya para siswa sekolah dasar, dalam menghadapi ancaman bencana alam.
Dalam acara ini, lebih dari 250 siswa (10 kelas) dan guru-guru dari SD Sunan Giri Ngebruk hadir untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam situasi darurat.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat mengedukasi siswa-siswi dan memberikan mereka keterampilan dasar dalam menghadapi berbagai risiko bencana yang mungkin terjadi di daerah ini," kata Asrul Huda, Ketua Yayasan Sahabat Alam Lestari.
Acara ini mencakup berbagai sesi pelatihan yang menitikberatkan pada pengetahuan tentang jenis-jenis bencana alam, strategi evakuasi, pertolongan pertama, dan pengelolaan trauma pasca bencana. Materi tentang kebencanaan disampaikan oleh Ir Rurid Rudianto selaku Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Malang.
Para siswa juga diberikan kesempatan untuk mengikuti latihan evakuasi di lingkungan sekolah, yang akan membantu mereka memahami tindakan yang harus diambil dalam keadaan darurat.
Tidak hanya materi kebencanaan dan latihan evakuasi saja, para peserta pelatihan juga mendapatkan materi tentang bahaya sampah, cara memilah dan mengolah sampah yang disampaikan oleh Ibu Nur Kholifah S.Pd dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Kota Malang.
Selain itu, para peserta pelatihan juga mendapatkan informasi tentang pentingnya perlindungan lingkungan dan upaya mitigasi risiko bencana. Mereka diajak untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar mereka dengan mempraktikkan langkah-langkah pengurangan risiko bencana dalam kehidupan sehari-hari.
Pelatihan ini juga menjadi ajang kolaborasi antara berbagai pihak yang peduli dengan penanggulangan bencana.
Yakni antara Yayasan Sahabat Alam Lestari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang, Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Malang, dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Kota Malang memberikan tenaga ahli dan dukungan teknis untuk melaksanakan pelatihan ini dengan sukses.
"Saya berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pelatihan ini. Ini adalah langkah penting untuk membangun keamanan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Semoga pelatihan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para peserta dan masyarakat sekitar," ujar Sugiarto SPd, Kepala SD Sunan Giri.
Pelatihan satuan pendidikan aman bencana ini menjadi bukti nyata komitmen PPGPA GLAMOUR dan mitra-mitranya dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Mereka berharap bahwa melalui pendidikan dan pemahaman tentang bencana alam, kita semua dapat meminimalkan risiko dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh bencana.
Pada saat evaluasi dan penutupan Pelatihan PPGPA GLAMOUR menyerahkan souvenir untuk kenang-kenangan berupa tanda bertuliskan “Jalur evakuasi”, sedangkan Ketua Yayasan SAL memberikan suvenir untuk kenang-kenangan berupa tempat sampah kepada Bapak Kepala SD Sunan Giri. (Jprm2)
Editor : Neny Fitrin