Perkuat Posisi Akademik, UM Lantik Lima Guru Besar
Neny Fitrin• Jumat, 4 Agustus 2023 | 16:08 WIB
Photo
Sidang Terbuka Senat Akademik dalam Rangka Pengukuhan Lima Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM)
Kamis (3/8), Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengukuhkan guru besar. Dalam waktu bersamaan, acara yang berlangsung di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19 Lt 9 itu menobatkan lima orang profesor. Mereka adalah Prof Dr Yuni Pratiwi MPd, Prof Dr Murni Sapta Sari MSi, Prof Dr Agung Winarno MM, Prof Dr Tuwoso MP, dan Prof Aji Prasetya Wibawa ST MMT PhD.
Berasal dari latar belakang keilmuan berbeda, masing-masing profesor tersebut memiliki konsep pemikiran yang berbeda pula. Tentu saja sesuai dengan bidang keilmuwan yang dikembangkan. Berikut gagasan singkatnya.
Photo
Prof Aji Prasetya Wibawa ST MMT PhD
Budaya Jawa sebagai Manifestasi Data Science
Kecintaan Prof Aji Prasetya Wibawa ST MMT PhD terhadap budaya mengantarkannya menjadi Guru Besar UM bidang Rekayasa Pengetahuan dan Sains Data.
Dalam pengukuhannya, Prof Aji akan membacakan pidatonya yang berjudul "Weruh Sadurunge Winarah: Wujud Integrasi Data, Informasi, Pengetahuan, dan Kebijaksanaan".
Ilmu titen sebagai warisan budaya Jawa menurutnya merupakan bagian dari data science. "Weruh sakdurunge winarah sering dikaitkan dengan hal-hal mistis," tuturnya.
Padahal, hal tersebut merupakan salah satu epistem ilmu titen, yang berasal dari memahami data dan informasi yang pernah ada untuk membuat kesimpulan yang tepat.
Profesor yang juga seorang dalang ini menegaskan bahwa data science dan pengetahuan saling terkait dalam siklus proses penggalian kebijaksanaan. "Data science mencakup pengumpulan, analisis, dan interpretasi yang akurat," tambahnya.
Photo
Prof Dr Agung Winarno MM
Perkuat Ekonomi Pedesaan, Bangun Karakter Pengusaha Desa
"Memperkuat Ekonomi Pedesaan melalui Ruralpreneurship: Pendekatan Baru dalam Pendidikan Kewirausahaan" menjadi judul pidato pengukuhan Prof Dr Agung Winarno MM. Guru besar bidang Pendidikan Kewirausahaan tersebut melihat potensi yang besar di setiap desa yang ada di Indonesia. Sayangnya, hal itu belum termanfaatkan dengan maksimal.
"Kalau mau membangun Indonesia ya harus membangun desa," tuturnya.
Sebenarnya, lanjut Prof Agung, sudah banyak pihak yang peduli pada potensi di desa, namun belum sesuai yang diharapkan. Selama ini, banyak pula yang menganggap bahwa pengusaha di pedesaan cukup diberi pelatihan saja, padahal tidak cukup.
"Karena mereka juga butuh membangun karakter. "Kalau jiwa kewirausahaannya dibangun, maka fungsional bisnisnya akan mengikuti," tambahnya.
Komponen keberhasilan kewirausahaan di desa, menurut Prof Agung dapat dilihat dari 6 hal. Yakni budaya masyarakat, fungsi kelembagaan, keberadaan tokoh pionir, sumber daya alam, teknologi tepat guna, dan infrastruktur.
Photo
Prof Dr Murni Sapta Sari MSi
Literasi Botani Perlu Diberdayakan dalam Pembelajaran Biologi
Prof Dr Murni Sapta Sari MSi dalam pidato pengukuhannya menyampaikan mengenai "Literasi Botani: Konsep dan Proses Pembelajaran Biologi dalam Mempersiapkan Calon Guru untuk Pembangunan Berkelanjutan,"
Menurut guru besar bidang Pembelajaran Biologi FMIPA tersebut Botani memiliki banyak peran dalam mempelajari tumbuhan. "Keragaman tumbuhan kita sangat banyak untuk dipelajari," tuturnya. Namun, dalam proses pembelajaran di sekolah, para guru lebih banyak mengajarkan konsep, dan lebih banyak menghafal, sehingga siswa cenderung tidak tertarik.
Seharusnya, pembelajaran biologi dilakukan dengan lebih menekankan pada proses. "Contohnya dengan mengeksplorasi tumbuhan di lingkungan sekitar," tambahnya. Untuk itu, perguruan tinggi memiliki peranan strategis dalam membentuk kader mahasiswa bermental wirausaha melalui keterampilan berpikir kreatif dan self-efficacy entrepreneur.
Photo
Prof Dr Tuwoso MP
Pembelajaran Vokasi Abad 21 Perlu Kerja Sama Industri
Guru besar bidang Pembelajaran Vokasi Prof Dr Tuwoso MP dalam pidatonya membawakan judul "Pembelajaran Vokasi Abad 21". Hal itu didasarkan kondisi saat ini yang menunjukkan vokasi di indonesia masih menjadi pendidikan mengulang pembelajaran dari SMK.
Sehingga teori tentang work based learning dan workplace learning menjadi sangat relevan dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi. "Karena itu vokasi harus bekerja sama dengan industri," tuturnya.
Tujuannya, menghasilkan lulusan tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Photo
Prof Dr Yuni Pratiwi MPd
Sastra sebagai Konstruksi Semangat Kebangsaan
Prof Dr Yuni Pratiwi MPd, guru besar bidang Pendidikan Bahasa Indonesia dalam pidatonya mengangkat tema "Peserta Didik Tumbuh Kembang ke Alam Dewasa sebagai Pembela Bangsa Melalui Pembelajaran Sastra".
Menurutnya, dalam karya sastra terdapat muatan semangat kebangsaan. "Akar semangat kebangsaan bangsa Indonesia telah ditanamkan oleh para pejuang kemerdekaan dan direkam oleh para sastrawan," tuturnya.
Karena itu, dalam wacana sastra, peserta didik dapat melakukan analisis dan evaluasi kritis terhadap ide-ide dalam praktik sosial budaya masyarakat dan melakukan renungan batiniah untuk mengkonstruksi semangat kebangsaan. (Jprm3/dur/nen)