Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Serapan Kerja Lulusan Poltekkes Malang Tersebar di Luar Negeri

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 18 Oktober 2023 | 17:06 WIB
Direktur Poltekkes Kemenkes Malang Dr Moh Wildan APer Pen MPd
Direktur Poltekkes Kemenkes Malang Dr Moh Wildan APer Pen MPd

MALANG KOTA - Lulusan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Malang siap ditempatkan di mana saja. Tak hanya di dalam negeri, melainkan juga siap sedia jika ditempatkan di luar negeri.

Sejumlah negara seperti Belanda, Jerman, Arab Saudi, hingga Jepang terdapat tenaga kesehatan (nakes) yang merupakan alumni Poltekkes Kemenkes Malang. Direktur Poltekkes Kemenkes Malang Dr Moh Wildan APer Pen MPd menyebut para alumni selama masa pendidikan memang sudah dicetak siap bekerja di luar negeri.

”Data alumni kita selalu bertambah yang bekerja di luar negeri. Paling banyak ada di Jepang,” jelas Dr Wildan. Dia menambahkan, pendidikan bahasa Jepang memang diajarkan selama masa perkuliahan. Tak salah jika Jepang menjadi salah satu negara yang dituju para alumni.

Dosen Poltekkes Kemenkes Malang juga tak mau kalah. Dr Wildan menyebut ada dosen yang tengah menempuh studi di Filipina. Untuk program internasionalisasi, Poltekkes Kemenkes Malang sudah melakukan hal itu beberapa tahun terakhir. ”Kalau yang standar kita jalankan MoU dengan beberapa universitas di luar negeri,” tuturnya.

Setiap tahunnya, minat mahasiswa baru untuk berkuliah di Poltekkes Kemenkes Malang terus bertambah. Pada tahun 2023 ini saja rasio yang diterima dengan pendaftar sebesar 1:4.

Pada hari ini (18/10), Poltekkes Kemenkes Malang akan melepas 736 wisudawan. Pada wisuda hari kedua, ratusan wisudawan berasal dari prodi D3 Gizi, D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, D3 Asuransi Kesehatan, D3 Analis Farmasi dan Makanan, D3 Teknologi Bank Darah, D3 Teknologi Bank Darah RPL, S1 Terapan Gizi dan Dietetika, S1 Terapan Gizi dan Dietetika Alih Jenjang, serta S1 Terapan Promosi Kesehatan.

Cerita Niken Cahyaning Wulandari Jadi Wisudawan Terbaik

Niken Cahyaning Wulandari dinobatkan menjadi wisudawan terbaik Poltekkes Kemenkes Malang pada hari ini (18/10). IPK yang didapatkannya terbilang sempurna, yakni 3,99.

GADIS asli Kabupaten Malang tersebut membagikan tips belajarnya. Ia mengaku punya sistem belajar khusus. Untuk memahami materi perkuliahan, Niken kerap memakai audio.

”Karena saya tipe orang yang belajarnya melalui audio, jadi saya lebih sering mendengarkan penjelasan dosen dan referensi penjelasan audio lainnya seperti melihat YouTube," tuturnya. 

Jika materi tentang perhitungan, Niken lebih banyak mengerjakan latihan soal. Sementara tentang materi yang perlu dihafal, ia perlu situasi yang nyaman dan tidak ramai. Karena dalam menghafal, Niken lebih suka jika membaca dengan suara keras.

Ia juga tidak memaksakan belajar jika sudah lelah.  Ia memilih masuk prodi Analisis Farmasi juga karena sudah tertarik dengan  hal yang berbau kesehatan sejak dulu, terutama kimia. Saat SMA, ia pernah menjadi tim OSN Kimia dan menjadi perwakilan sekolah dalam OSN Kimia se-Kabupaten Malang.

Niken Cahyaning Wulandari, lulusan terbaik dengan IPK 3,99
Niken Cahyaning Wulandari, lulusan terbaik dengan IPK 3,99

”Saya juga pernah beberapa kali mengikuti olimpiade kimia waktu SMA," imbuhnya. Sehingga ia lebih mudah lagi mempelajari hal-hal yang memang sudah ia sukai sejak awal. 

Selama kuliah, ia beberapa kali mengikuti lomba karya tulis ilmiah. Niken juga pernah mendapat Merit Award in Hongkong International Mathematical Olympiad (HKIMO) Heat Round 2018. Tak hanya mengikuti lomba, Niken mengimbangi kegiatan dengan mengikuti organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Prodi Anafarma periode 2020-2022, Komisi Pemilihan Raya tahun 2020-2021, selain itu juga UKM Persatuan Pemuda Anti Napza (PERDANA) tahun 2020-2021.

Tugas akhir yang dia tulis mengambil judul ”Pengaruh Variasi Massa Biosorben Kulit Batang Kayu Jawa (Lannea coromandelica (Houtt.) Merr) terhadap Penentuan Kapasitas Adsorpsi Logam Cd(II)". Ia mengembangkan project penelitian yang dilakukan  oleh salah satu dosennya. ”Dari project tersebut ternyata kulit batang kayu Jawa ini mengandung senyawa tanin. Menurut literatur  senyawa tanin  mampu mengurangi kadar logam berat," jelasnya.

Maka dari itu, ia membuat judul tersebut untuk membuktikan bahwa tanin yang berada di kulit batang kayu Jawa dapat mengurangi kadar logam berat terutama  Cd(II). Apalagi  kata Niken, kayu Jawa banyak tumbuh di Indonesia tetapi pemanfaatannya hanya sebatas jadi pagar rumah. ”Jadi harapannya masyarakat dapat mengetahui bahwa kulit batang kayu Jawa dapat  mengurangi kadar logam berat. Dengan harapan dapat diterapkan pada air yang tercemar," tutupnya. (dur/adn) 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#POLTEKKES #malang