MALANG KOTA - Pengumuman Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) sudah dimulai 14 Februari 2024 lalu.
Namun, sebagian siswa eligible atau yang memenuhi kriteria masih belum melakukan finalisasi pendaftaran.
Itu karena proses pemetaan masih berjalan.
Kendati begitu, tak semua sekolah memiliki prosedur yang sama.
Sebab, tiap sekolah memiliki strategi yang berbeda-beda.
Koordinator Bimbingan Konseling (BK) SMAN 4 Malang Zafifatuz Zuhriyah mengatakan, jumlah siswa eligible yang telah melakukan finalisasi pendaftaran SNBP masih sangat sedikit.
Baca Juga: Kuota SNBP UB Menyusut, Rektorat : Regulasi Baru dalam SNPMB Tahun Ini semakin Ketat
”Masih di bawah 5 persen,” ucapnya.
Itu lantaran pihaknya baru mengumumkan hasil pemetaan kedua kemarin (19/2).
Zafifah menyampaikan, ada dua kali pemetaan yang dilakukan pihaknya.
Pemetaan pertama dilakukan minggu kedua bulan Januari lalu.
Itu dilakukan setelah Surat Keputusan (SK) penetapan siswa eligible dikeluarkan.
Sebab, tidak semua siswa kelas XII bisa mengikuti SNBP.
”Hanya 40 persen dari total siswa kelas XII yang bisa ikut SNBP,” ungkapnya.
Zafifah mengatakan, tahun ini ada 110 siswa eligible.
Jumlahnya menurun dari tahun lalu.
Sebab, tahun lalu siswa kelas XII ada sebanyak 124 siswa.
Naik turunnya siswa eligible bergantung dari jumlah siswa kelas XII yang ada.
”Intinya kalau akreditasi sekolahnya A mendapat 40 persen dari total siswa kelas XII,” tambahnya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan jumlah siswa kelas XII tahun ini sebanyak 271 anak.
Sedangkan, tahun lalu jumlah siswa kelas XII mencapai 307 anak.
Zafifah mengatakan, pemetaan pertama bertujuan untuk mengurai penumpukan minat siswa eligible pada pilihan program studi (prodi) tertentu.
”Misalnya kemarin banyak yang memilih prodi ilmu komunikasi,” ujarnya.
Zafifah mengatakan ada sebanyak 31 siswa eligible yang memilih prodi tersebut.
Pemetaan dilakukan untuk mengurai penumpukan minat pada prodi tersebut.
Pihaknya mengaku itu merupakan salah satu strategi.
Tujuannya untuk memperbesar peluang masuk ke perguruan tinggi yang dipilih.
”Misalnya jangan sampai ada lebih dari dua siswa yang melamar di prodi kedokteran Universitas Brawijaya (UB),” ujarnya.
Lebih lanjut, Zafifah menyampaikan strategi itu diperoleh berdasar analisis tim BK dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
Sehingga, jika pelamarnya lebih dari dua, Zafifah akan merekomendasikan prodi yang sama di kampus lain.
Pihaknya mengatakan akan melakukan pemanggilan orang tua jika masih terdapat penumpukan minat pada hasil pemetaan kedua.
Zafifah mengaku bakal melakukan pemanggilan orang tua siswa.
Itu akan dilakukan hari ini (20/2) dan besok (21/2).
Di tempat terpisah, Koordinator BK SMAN 1 Malang Agus mengatakan saat ini siswa eligible masih dalam tahap konsultasi.
Sehingga, siswa eligible masih belum melakukan finalisasi.
Agus menarget akan menyelesaikan konsultasi tersebut pekan ini.
”Sehingga H-5 harapannya semua siswa eligible sudah melakukan finalisasi,” ungkapnya.
Agus menambahkan tahun ini ada sebanyak 132 siswa eligible yang akan mendaftar SNBP. (dre/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana