Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Model Soal Ujian Masuk UIN Maliki Malang Berubah? Ini Bocoran Infonya

Aditya Novrian • Senin, 22 April 2024 | 20:41 WIB

 

KAMPUS ULUL ALBAB: Suasana kampus utama UIN Maliki Malang di Jalan Gajayana, Lowokwaru, Kota Malang.
KAMPUS ULUL ALBAB: Suasana kampus utama UIN Maliki Malang di Jalan Gajayana, Lowokwaru, Kota Malang.

MALANG KOTA - Calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang yang ikut dalam Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) harus siap-siap.

Sebab, ada beberapa perubahan pada tahun ini.

Perubahan itu ada di model soal yang diujikan.

Tahun ini UM-PTKIN bakal terdapat model tes mendengarkan percakapan bahasa Arab dan potongan ayat dari Alquran.

Model soal itu sengaja ditambah tahun ini untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan camaba terhadap bahasa Arab.

”Camaba harus mahir bahasa Arab. Jadi mereka bisa kami lihat sudah sejauh mana,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang Prof Dr Umi Sumbulah MAg.

Lebih lanjut, Tim Seleksi UM-PTKIN UIN Maliki Malang Imam Ahmad menambahkan bahwa sistem ujian mendengarkan bahasa Arab memakai headphone.

Kemudian percakapan dan potongan ayat Alquran harus bisa dijawab oleh camaba.

”Sebagai contoh, camaba diminta menulis (tulisan) Arab apa yang didengar dari headphone,” jelas Imam kepada wartawan koran ini.

Imam menilai model ujian seperti itu cukup riskan.

Terlebih ujian mengenai bahasa Arab. Sebab, mahraj huruf Arab akan berpengaruh dengan artikulasi pemaknaannya.

Sehingga, perlu penilaian yang lebih jelas.

Kendati demikian, dirinya berusaha menyiapkan apa yang telah diinstruksikan.

Tak hanya perangkat komputer saja.

Melainkan juga headset yang digunakan ketika tes.

”Kami siapkan 400 headset sesuai instruksi,” ungkap Imam.

Sebab, nantinya akan disediakan 20 perangkat di 20 ruang.

Imam menambahkan bahwa UIN Maliki Malang hanya perlu mempersiapkan teknis terkait UM-PTKIN.

Sebab, secara sistem sudah ditangani oleh panitia nasional.

”Kalau sekarang perlu menggodok lebih lanjut mengenai pembagian pengawas,” tutup Imam. (ori/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#UIN Maliki Malang #SNBT 2024 #ujian masuk