Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

5.000 Maba UIN Malang Mulai Masuk Ma’had

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 16 Agustus 2024 | 17:47 WIB
JADI SANTRI: Mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mulai berdatangan dan siap menjalani program ma’had kemarin. Mereka akan tinggal di asrama selama setahun.
JADI SANTRI: Mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mulai berdatangan dan siap menjalani program ma’had kemarin. Mereka akan tinggal di asrama selama setahun.

MALANG KOTA – Sekitar 5.000 mahasiswa baru (maba) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mulai masuk ma’had atau pesantren.

Kegiatan itu bergulir bertahap selama empat hari. Yakni sejak Senin (12/8) hingga hari ini (15/8).

Maba yang telah resmi masuk UIN Malang diwajibkan untuk tinggal di ma’had selama satu tahun.

Ada lima ma’had di tiga kampus UIN Malang.

Yang berlokasi di kampus utama (Kota Malang) ditempati maba seluruh program studi (prodi).

Untuk ma’­ had di Kampus II yang berlokasi di Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, diisi maba fakultas kedokteran.

Sementara ma’had di kampus III (Tlekung, Kecamatan Junrejo) ditempati maba fakultas teknik, prodi psikologi, prodi ilmu hadis, prodi ilmu Alquran dan tafsir, serta sastra Inggris.

Kepala bagian (Kabag) Akademik UIN Malang Imam Ahmad mengatakan, maba secara bergantian melakukan validasi sebelum masuk ke ma’had.

Pada hari pertama telah divalidasi sebanyak 1.247 orang, Kemudian hari kedua 1.463 orang.

“Kalau hari ini (kemarin) total yang validasi sebanyak 1.498 orang,” ujarnya.

Imam menjelaskan, jumlah maba yang akan tinggal di ma’had pada tahun ini mengalami peningkatan.

Itu karena adanya ma’had baru yang berlokasi di kampus III.

Khususnya untuk prodi-prodi baru di UIN Malang.

“Kapasitasnya sekitar 1.400 orang. Masingmasing 700 untuk putri dan 700 untuk putra,” terang Imam.

Dia menambahkan, ada beberapa kegiatan rutin yang akan dilakukan maba selama berada di ma’had.

Seperti ta’lim afkar, pembiasaan jamaah, tahfiz Quran, hingga belajar Bahasa Arab.

Itu dilakukan guna memberikan ilmu dan memperbanyak wawasan maba mengenai budaya UIN Malang.

Menurut Imam, UIN Malang memberikan fasilitas penuh terhadap maba yang berma’had di kampus II dan III.

Misalnya dengan layanan pengantaran menggunakan mobil UIN Malang ke masing-masing ma’had.

Imam mengaku telah mengerahkan sebanyak empat unit mobil untuk mengantar.

“Termasuk Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) nantinya juga kami antarjemput,” imbuhnya.

Salah satu maba UIN, Farhan Ainun Rofiq, mengaku sangat antusias menjalani program di ma’had.

Selain bisa memperdalam ilmu agama di kampus, dia bisa lebih intens dapat bersosialisasi dengan maba yang lainnya.

“Satu kamarnya 12 orang. Pasti kami saling bertukar cerita karena asalnya beda-beda,” ujar maba asal Lamongan itu. (ori/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pesantren #Maba #masuk #UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang