UNIVERSITAS Negeri Malang (UM) bakal mengukuhkan empat guru besar hari ini (14/11), di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19 UM.
Mereka yakni Prof Dr I Nyoman Ruja SU, profesor dalam bidang Ilmu sosiologi pedesaan berkelanjutan; Prof Habiddin SPd MPd MSi PhD, profesor bidang Asesmen pembelajaran kimia; Prof Dr Eng Siti Sendari ST MT, profesor bidang interaksi manusia dan mesin, dan Prof Dr Martutik MPd, profesor bidang analisis wacana dan pembelajarannya. (*)
Peluang dan Tantangan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem: Perspektif Sosiologi Pedesaan
MENURUTNYA tema tersebut cukup relevan dengan program Presiden Indonesia Prabowo Subianto, yang menargetkan 0 persen kemiskinan ekstrem.
Dosen Prodi Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UM tersebut menekankan, Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk mencapai target tersebut.
Terlebih dengan modal kekayaan alam yang ada. ”Namun perlu dilaksanakan dengan strategi holistik dan inovatif,” tuturnya.
Visualisation in Chemistry Teaching and Assessment
MENYEBUT bahwa pelajaran kimia cukup sulit dipahami tanpa visualisasi.
”Bagaimana proses kimia bekerja itu tidak bisa terlihat oleh mata. Sehingga dibutuhkan simbol-simbol dan imajinasi untuk memahami,” tuturnya.
Menonjolkan pendekatan visual model and modelling untuk menjembatani pemahaman siswa terhadap target konsep kimia yang diharapkan.
Lewat cara itu, siswa atau mahasiswa dilatih untuk mengekstrak informasi yang relevan dari representasi visual yang diberikan.
Selain itu, kemampuan visualisasi mahasiswa juga perlu dilatih melalui prosedur penilaian atau assessment.
Itu dilakukan dengan menggunakan berbagai representasi visual dalam tes kimia.
Sementara soal-soal yang berbentuk algoritmik dan soal yang menekankan kemampuan mengingat mulai dikurangi. (dur/by)
Adopsi Perilaku Eksplorasi Belajar Manusia pada Mesin Melalui Genetic Network Programming dan Reinforcement Learning
MENURUT Dosen Departemen Teknik Elektro tersebut, interaksi manusia dan mesin menjadi bidang ilmu yang penting dalam perkembangan teknologi era 5.0.
Dalam kolaborasi tersebut, selain membantu aktivitas manusia, robot juga dikembangkan sebagai mitra yang mampu berkolaborasi dengan manusia.
Apabila diterapkan dalam dunia kerja maupun industri, teknologi itu sangat membantu mengurangi angka kecelakaan kerja.
Untuk menjadikan mesin sesuai dengan kebutuhan tersebut, diperlukan integritas kecerdasan buatan (AI).
Khususnya pembelajaran mesin yang dapat menjadikan mesin beradaptasi dalam lingkungan yang dinamis, seiring dengan aktivitas manusia di sekitarnya.
”Karena informasi yang harus diserap oleh mesin cukup banyak, sehingga memori yang dibutuhkan sangat besar,” tuturnya. (dur/by)
DOSEN Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Sastra UM tersebut mengatakan, kajian wacana memungkinkan untuk melihat bahasa sebagai alat untuk berinteraksi, bernegosiasi, dan membentuk hubungan sosial.
”Sehingga pembelajaran bahasa tidak hanya berfokus pada aspek linguistik. Namun juga aspek sosial dan budaya yang mendasari komunikasi antar-individu,” tuturnya.
Melalui kajian wacana itu, siswa dapat belajar bahwa bahasa bukan hanya seperangkat aturan gramatikal.
Namun di dalamnya juga mencakup nilai nilai budaya. (dur/ by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana