Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Diklat Jurnalistik Guru SMP/MTs se-Kota Malang Kembali Digelar

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 14 Januari 2025 | 16:31 WIB
Photo
Photo

MALANG KOTA – Jawa Pos Radar Malang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang kembali gelar Diklat Jurnalistik Guru SMP/MTs se-Kota Malang, pada Selasa (21/1).

Acara yang sudah digelar pada 2023 lalu ini. Merupakan rangkaian program yang sudah dilakukan kepada Kepala Sekolah SMP se-Kota Malang untuk mengedukasi media massa pada 2024 kemarin.

Pada kegiatan diklat tahun ini, Jawa Pos Radar Malang menggandeng salah satu Penulis Buku terbaik dari PT. Cita Intrans Selaras Wawan Sulthon Fauzi MPd. Untuk menjadi salah satu pemateri dan merancang program untuk membuat buku Antologi bagi seluruh peserta yang ikut.

Ada 6 sekolah negeri berpartisipasi dalam acara ini, dari 30 sekolah negeri yang ada di Kota Malang. Diantaranya, SMPN 1, ⁠SMPN 6, SMPN 10, ⁠SMPN 11, SMPN 19, dan SMPN 30. Bahkan ada salah satu sekolah negeri yang mendaftarkan tiga orang gurunya untuk bisa mengikuti kegiatan ini.

“Agar social media kami bisa lebih hidup bervariatif dan guru bisa upgrade skill menulis buku. Saya mendorong para guru untuk bisa ikut acara ini,” jelas Kepala SMPN 10 Malang Hasbullah SPd SE.

Sedangkan untuk SMP swasta, ada 12 sekolah yang bersemangat untuk belajar jurnalistik dan mengantisipasi berita hoax yang ada di sekolah. Diantaranya, SMP Insan Amanah, SMP Islam Al Azhar 56, SMP Kartika IV-9, SMP Islam Baitul Makmur, SMP Nurul Huda Mergosono, SMP National Leader School Malang, SMP Muhammadiyah 01, SMP Wahid Hasyim, SMP Shalahuddin Malang, SMP Plus Al-Kautsar, SMP IT As-Salam dan SMP Kristen Kalam Kudus Malang.

Koordinator Diklat Jurnalistik Guru SMP/MTs se-Kota Malang Bachtiar Eko S. sangat mengapresasi sekolah yang sudah mengirimkan gurunya untuk mengikuti kegiatan ini. “Sekolah tidak akan rugi berinvestasi ilmu jurnalistik dan karya tulis buku untuk para gurunya. Karena informasi yang di dapat saat diklat bisa diaplikasikan secara nyata di sekolah dan peningkatan literasi guru tersebutr,” tutupnya. (bes/)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana