MALANG KOTA - Kuota Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Universitas Brawijaya (UB) hampir sama seperti tahun lalu.
Diperkirakan, tiga ribu mahasiswa baru (maba) bisa berkuliah di UB lewat jalur perankingan nilai rapor tersebut.
Itu setara 20 persen dari total kuota penerimaan mahasiswa baru di UB.
Wakil Rektor I UB Prof Dr Ir Imam Santoso MP menerangkan, kuota SNBP tidak mengalami peningkatan maupun penurunan.
Pihaknya menetapkan jatah untuk jalur tersebut sebesar 20 persen.
Sesuai aturan minimal penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).
”Kuotanya sama seperti SNBP tahun lalu, 20 persen atau sekitar tiga ribu mahasiswa. Untuk SNBT 30 persen dan jalur mandiri ditetapkan 50 persen,” tuturnya.
Total, lanjut Imam, UB bakal menyediakan kuota untuk 17 ribu maba pada tahun ini.
Untuk jurusan favorit tetap dipegang kedokteran.
Disusul kedokteran gigi, teknik informatika, teknik industri, dan farmasi.
Sedangkan, untuk humaniora, ilmu hukum masih menjadi jurusan terfavorit.
Kemudian disusul jurusan akuntansi, psikologi, dan manajemen.
Pendaftaran SNBP masih akan berlangsung hingga 18 Februari mendatang.
Pengumuman mahasiswa yang lolos seleksi di jalur tersebut akan dilakukan 18 Maret.
”Secara teknis pendaftaran SNBP tidak ada perbedaan. Hanya saja nanti ketika SNBT ada bedanya, karena tahun ini merupakan lulusan pertama dari kurikulum merdeka belajar,” jelas Imam.
Dia mengimbau, calon mahasiswa menghitung dengan teliti peluang lolos melalui jalur SNBP.
Sebab, tidak hanya perhitungan nilai rapor, indeks sekolah juga menjadi pertimbangan.
”Misal rata-rata rapor nilai siswa A dan B itu sama, tetapi ketika seleksi SNBP nilainya tidak akan sama, karena ditambah variabel dari Indeks sekolah atau performance lembaga pendidikan,” papar pria yang pernah menjabat Dekat Fakultas Teknologi Pertanian UB itu. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana