MALANG - Dalam upaya menanamkan nilai-nilai religius dan membentuk karakter spiritual siswa, SMK Cendika Bangsa Kepanjen, menetapkan program unggulan pembiasaan menghafal Alquran dengan metode anak-anak sebagai rutinitas harian yang dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis pukul 07.30 - 08.30 WIB.
Program ini diawali dengan pembacaan Asmaul Husna, Ratibul Haddad, surat Yasin, dan Tahlil, kemudian dilanjutkan dengan pembiasaan An-Nashr, yaitu cara menghafal Alquran sekaligus memahami terjemahannya secara sistematis.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam nilai-nilai keislaman dengan proses pendidikan vokasional.
Pendidikan vokasi dalam Alquran juga menekankan pentingnya nilai-nilai santun dan profesionalisme dalam bekerja.
Alquran mengajarkan pentingnya kejujuran, amanah, kerja keras, dan tanggung jawab dalam bekerja. Nilai ini menjadi landasan penting dalam membentuk individu yang berintegritas dan profesional dalam menjalankan tugasnya.
Keunggulan dari program ini terletak pada konsep menghafal Alquran tidak hanya secara lafadz, tetapi juga dengan memahami arti kata per kata dalam bahasa Indonesia.
Hal ini sangat membantu peserta didik dalam memperdalam makna ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai sekolah yang menyandang status SMK Pusat Keunggulan (PK), SMK Cendika Bangsa menjadikan pendidikan karakter dan spiritual sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi putra masa depan, yang kompeten, cerdas dan juga santun.
Abdulloh Muthi’, S.E. selaku Kepala SMK Cendika Bangsa menyampaikan bahwa program ini bukan hanya menjadi pembiasaan semata, tetapi bagian dari visi besar sekolah dalam membentuk generasi yang berkarakter kuat.
“Saya ingin peserta didik kami, tidak hanya cakap dalam kompetensi kerja, tetapi juga memiliki keteguhan akidah dan nilai keluhuran akhlak. mereka tidak hanya hafal ayat, tapi juga mengerti isi kandungan di dalamnya,” tuturnya.
Program ini merupakan bentuk kerja sama intensif dengan Pondok Pesantren An-Nashr di Desa Wajak, Kabupaten Malang.
KH Muhammad Taufiq, sebagai pendiri sekaligus pengasuh, memberikan apresiasi terhadap konsistensi SMK Cendika Bangsa dalam menjaga nilai keagamaan di lingkungan sekolah.
“Metode An-Nashr bukan sekadar hafalan, tapi penguatan iman dan karakter. Saya melihat semangat para siswa-siswi di Sekolah sangat luar biasa. Harapan kami, kelak mereka tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang membawa manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Dengan semangat ini, SMK Cendika Bangsa terus meneguhkan diri sebagai lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga keteladanan.
Artikel ini ditulis oleh Ahmad Maulana, S.Pd, Guru SMK Cendika Bangsa
Editor : A. Nugroho