MALANG KOTA – Sebanyak 25 guru dari berbagai SD dan MI di Kecamatan Sukun antusias mengikuti Diklat Jurnalistik yang digelar di kantor Jawa Pos Radar Malang kemarin (29/7). Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi tahun ketiga antara Jawa Pos Radar Malang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.
Diklat dibuka dengan pemaparan dari Direktur PT Cita Intrans Selaras Wawan Sulthon Fauzi MPd yang juga dikenal sebagai penulis lima buku literasi pendidikan.
”Senang melihat para semangat membuat Buku Antologi. Meskipun belum ada pengalaman membuat buku, tapi ini adalah bukti, guru menjadi contoh teladan penguatan literasi di sekolah,” ujar pria asal Lamongan itu.
Seluruh karya peserta diklat akan diterbitkan dalam buku antologi perdana karya guru SD dan MI di Kota Malang. Buku tersebut dijadwalkan launching serentak pada November 2025.
Materi kedua disampaikan oleh Redaktur Senior Jawa Pos Radar Malang Mahmudan. Dia menjelaskan cara menyusun berita dengan pendekatan sederhana berbasis aktivitas sekolah. Peserta pun diminta membuat tulisan bertema Masalah di Sekolahku yang langsung dikoreksi oleh pemateri di akhir sesi.
Ada 14 SD Negeri yang ikut serta dalam kegiatan ini. Di antaranya, SDN Percobaan 2, SDN Bakalan Krajan 2, SDN Sukun 1, SDN Sukun 2, SDN Sukun 3, SDN Tanjungrejo 2, SDN Tanjungrejo 3, SDN Karangbesuki 1, dan SDN Karangbesuki 3. Juga ada SDN Mulyorejo 1, SDN Mulyorejo 2, SDN Bandulan 1, SDN Bandulan 3, SDN Gadang 4 dan SDN Kebonsari 1. Serta, SDN Kebonsari 2, SDN Kebonsari 3.
Lalu, ada dua SD Swasta yang bersemangat meningkatkan literasi di sekolahnya yakni SDIT Insan Mulia dan SD Islam Global School. Terakhir, ada 5 peserta dari MIN 2 Kota Malang yang bersemangat untuk meningkatkan literasi madrasahnya.
Kegiatan itu merupakan bagian dari gerakan One Teacher One Book (OTOB) yang dicanangkan Disdikbud Kota Malang. Pada Agustus mendatang, diklat akan digelar untuk guru-guru di Kecamatan Klojen dan Lowokwaru. Sedangkan Kecamatan Blimbing dan Kedungkandang dijadwalkan pada September.
Ketua K3S Kecamatan Sukun Suko Pramono SPd MPd mengapresiasi semangat peserta yang hadir. ”Meskipun masa bakti saya di sekolah tersisa tiga hari lagi. Tapi saya yakin, guru yang ikut hari bisa memberikan contoh kepada siswa dan sekolah lain dengan hasil karya buku yang mereka buat,” tutupnya. (bes/adn)
Editor : A. Nugroho