MALANG KOTA - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) konsisten mencetak guru berkualitas. Kemarin (25/9), sebanyak 216 lulusan pendidikan profesi guru (PPG) prajabatan dikukuhkan di Ballroom II Hotel Grand Mercure, Kecamatan Blimbing. Kini, sudah ada 1.764 lulusan PPG Prajabatan dari FKIP UMM.
Guru-guru tersebut berasal dari beberapa bidang studi. Mulai Biologi, Matematika, Bahasa Indonesia, PPKn, sampai, Bahasa Inggris. FKIP UMM juga mencetak lulusan pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) dan tiga guru vokasi. Di antaranya, Agribisnis Tanaman, Agribisnis Perikanan, hingga Keperawatan.
Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik M Si menuturkan, menjadi guru merupakan pilihan kemanusiaan yang akan menebar pencerahan dan kebaikan bagi murid. Untuk itu, adanya keteguhan ideologi sangat penting untuk menjalani profesi guru. ”Pendidikan di (Universitas) Muhammadiyah pun tidak hanya menekankan aspek kognitif, tapi selalu mendorong terjadinya akulturasi,” paparnya.
Untuk mencapai pendidikan ideal itu, guru harus bisa menyatukan dimensi spiritual, moral, dan sosial dalam praktik pembelajaran. Semua berlaku universal tanpa memandang ras, golongan, dan agama. Itu bagian dari gerakan kemanusiaan yang egaliter dengan memberikan kesempatan bagi semuanya untuk maju dan berkembang.
Dekan FKIP UMM Prof Dr Trisakti Handayani MM menuturkan, keistimewaan lulusan PPG dari fakultasnya sudah mendapat pengetahuan tentang pembelajaran mendalam (deep learning). Selain itu, lulusan FKIP UMM juga mendapat materi konseling untuk guru non-BK.
”Jadi lulusan kami memang dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pendidikan abad 21,” papar Handayani. Untuk itu, keterampilan yang ditekankan adalah berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Dengan itu, mereka lebih mudah memahami isu-isu global dan mampu mengajar dalam perspektif global.
Tiap tahun, FKIP UMM konsisten mencetak 500 guru profesional. Angka itu bakal terus ditambah untuk memajukan pendidikan Indonesia. Handayani berpesan bahwa guru yang hebat tidak hanya pandai mengajar, namun bisa menjadi tim yang solid untuk memajukan pendidikan. (aff/gp)
Editor : A. Nugroho