Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mayoritas Warga Kabupaten Malang Hanya Lulusan SD

Bayu Mulya Putra • Rabu, 22 Oktober 2025 | 18:15 WIB
Tingkat Pendidikan warga Kabupaten Malang.
Tingkat Pendidikan warga Kabupaten Malang.

KEPANJEN - Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, 2,1 juta warga pernah mengenyam pendidikan. Mayoritas hanya sampai tingkat SD. Totalnya ada 992 ribu warga yang menjadi lulusannya (selengkapnya baca grafis).

Data itu tercatat dalam publikasi berjudul ‘Kabupaten Malang dalam Angka 2025’. Kepala BPS Kabupaten Malang Erny Fatma Setyoharini menyebut, angka-angka itu didapat dari survei yang dilakukan pada akhir 2024 lalu. “Survei kami lakukan pada warga yang berusia 15 tahun ke atas dan telah menamatkan pendidikannya,” terang dia.

Dari empat tingkat pendidikan yang disurvei, lulusan Perguruan Tinggi (PT) paling sedikit. Hanya tercatat di angka 127.668 warga. Dalam surveinya, BPS juga mencatat angkatan kerja. Dari 2,1 juta warga tersebut, 587.144 di antaranya belum bekerja.

Detilnya, lulusan SD tidak bekerja sebanyak 256.875 orang. Lulusan SMP ada 197.739 warga yang belum bekerja. Sementara lulusan SMA sederajat yang belum bekerja sebanyak 115.649 warga. Sedangkan lulusan sarjana atau diploma ada 16.881 warga yang belum bekerja.

Erny menyebut ada beberapa faktor penyumbang angka pengangguran yang ditemui petugas saat melakukan survei. “Pertama, ada yang tengah mencari pekerjaan. Kedua, tengah menyiapkan usaha sendiri. Ada juga yang merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan. Selanjutnya sudah ada pekerjaan, tapi belum mulai,” sebut dia.

Dalam surveinya, ada tiga lapangan pekerjaan yang paling banyak menyerap tenaga. Pertama dari sektor pertanian yang menyerap 486.332 tenaga kerja. Kedua, dari sektor manufaktur atau bekerja di pabrik dengan 360.782 pekerja. Selanjutnya dari bidang jasa sebanyak 651.148 tenaga kerja.

Di Kabupaten Malang, menurut survei yang dilakukan BPS, juga ada 20 perguruan tinggi. Berupa universitas, politeknik, dan sekolah tinggi. Masing-masing ada satu di Kecamatan Ampelgading, Turen, Tajinan, Pakis, dan Jabung. Selanjutnya ada dua di Gondanglegi, Singosari, Karangploso, dan Dau. Tiga di Lawang, dan empat di Kepanjen.

Di Kepanjen, ada Universitas Kepanjen (UK) atau yang dulu bernama Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Kepanjen. Rektor UK Dr Tri Nurhudi Sasono menjelaskan, dari kampusnya telah tercetak sarjana dan diploma sebanyak 228 orang dalam dua tahun belakangan. Sayangnya, pihaknya belum bisa memberikan data berapa lulusan yang telah bekerja.

“Lebih banyak dari kami yang lulusan kesehatan telah bekerja di berbagai Rumah Sakit (RS), klinik, dan Puskesmas,” kata dia. Untuk memaksimalkan penyerapan lulusan, pihaknya menyiapkan ‘Migran Center’ dan di dalamnya ada program ‘Migran Preneur’. “Ini sinergi dengan Disnaker Kabupaten Malang. Sudah ada negara Jepang, Jerman, Taiwan dan Australia yang bekerja sama dengan kami,” kata Tri.

Sesuai namanya, program itu menyiapkan para lulusan untuk bekerja di luar negeri. Di dalamnya, ada program pembekalan bahasa asing dan kebudayaan negara tujuan. Untuk skill-nya menyesuaikan dengan prodi masing-masing.

Program itu juga memberikan bekal kepada alumni yang pulang dari luar negeri supaya tetap berdaya saing di Indonesia. “Mereka diberikan pembekalan untuk bisa mengembangkan modal yang didapat selama di luar negeri. Bisa dengan  berwirausaha, pembekalan mental, pembekalan manajemen keuangan, atau adanya vocational training, dan pendampingan pasca-kepulangan,” ujar dia. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#bps #malang #lulusan sd #Kabupaten