KABUPATEN – Sebanyak 26 ribu lebih siswa menjalani Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari terakhir kemarin (6/11). Mereka berasal dari 301 sekolah di Kabupaten Malang. Rinciannya, 161 SMA/MA dengan 13 ribu peserta dan 140 SMK dengan 14 ribu peserta yang ikut tes.
Untuk pelaksanaannya dibagi dua gelombang. Gelombang pertama digelar pada 3-4 November lalu, kemudian gelombang kedua pada 5-6 November. “Bagi sekolah yang mempunyai siswa sedikit, mereka cenderung memilih pelaksanaan full online,” ujar Kepala Bidang SMA Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur III (BAKORWIL III) Malang Prambono kemarin.
Biasanya itu dilakukan sekolah dengan jumlah siswa kelas XII tidak lebih dari 50. Mereka memilih menyediakan provider yang kuat agar ujian lancar.
Menurut Bono, pelaksanaan sejak hari pertama hingga terakhir lancar. Meski ada beberapa daerah yang diwaspadai terjadi bencana, namun bisa diatasi dengan persiapan sejak dini, seperti menyediakan genset atau cadangan provider.
SMAN 1 Kepanjen misalnya, mengikutkan 407 siswa. Mereka mengikuti TKA sejak hari pertama sampai terakhir dan lancar.“Kami memutuskan semi online, dan kemarin tidak ada masalah sama sekali,” ujar Pelaksana Hari (Plh) Kepala SMAN 1 Kepanjen Syarifatur Rofiah MPd.
Pihaknya sudah menyiapkan siswanya ikut TKA sejak awal tahun ajaran baru. Mereka diberi tambahan jam belajar tiap hari untuk membahas soal-soal TKA. Untuk diketahui, TKA tahun ini bersifat pilihan atau tidak wajib. Sebab pengumumannya mendadak dan masih termasuk uji coba pemerintah. Tujuan utama TKA untuk mengukur kompetensi individu siswa.
Pelaksanaannya menyerupai ujian nasional (UN). Hasil TKA dijadikan rujukan perguruan tinggi untuk menerima mahasiswa melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Sebelumnya, SNBP mengacu nilai rapor siswa. (aff/dan)
Editor : A. Nugroho