Jadi Rujukan Madrasah Lain untuk Studi Banding
MALANG KOTA - Konsistensi MTsN 1 Kota Malang dalam meraih emas di berbagai Olimpiade menarik perhatian sekolah lain. Madrasah unggulan itu kerap dijadikan tujuan studi banding dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Total ada hingga 40 lembaga yang sudah berkunjung dalam kurun waktu satu tahun.
Sekolah-sekolah ingin mengetahui bagaimana formula guru MTsN 1 Kota Malang mendidik siswanya hingga berprestasi. Pada tahun 2025, siswa dari sekolah tersebut menyabet emas di berbagai Olimpiade. Seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Madrasah Indonesia, hingga Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia.
Kepala MTsN 1 Kota Malang Dra Erni Qomaria Rida MPd menjelaskan, salah satu kunci meraih prestasi adalah semangat belajar siswa yang tidak pernah padam.
Antusiasme itu disambut kelengkapan fasilitas dan pendampingan guru yang intensif dan ahli. ”Rata-rata sebelum lomba, kami siapkan murid yang menjadi delegasi. Bahkan 2 bulan sebelum perlombaan,” paparnya.
Sistem pendidikan di madrasah yang dipimpin Erni memakai skema klasifikasi. Anak didik dikelompokkan berdasar minat dan hobi dalam satu kelas. Sebagai contoh untuk siswa yang gemar ikut Olimpiade, mereka dijadikan satu kelas yang disebut kelas Olimpiade.
”Skema itu membantu anak-anak fokus pada hobi, di samping juga mengutamakan kewajiban mata pelajaran lainnya,” lanjut Erni. Untuk itu, potensi siswa yang bisa terus berkembang. Sebelum ikut lomba juga dipetakan sejak lama. Persiapan yang matang dan teliti itu ditularkan oleh guru-guru mentor kepada murid hampir setiap hari.
Tidak berhenti di situ, para siswa juga didorong untuk mempunyai motivasi terus mempertahankan prestasi. Sebab MTsN 1 Kota Malang punya tradisi selama bertahun-tahun untuk menang di berbagai kejuaraan. ”Seperti emas saat OSN, itu sudah kami pegang lebih dari 10 tahun, jadi harus terus dipertahankan,” lanjutnya.
Prestasi akademik dan lomba menjadi sebagian kecil karakter yang dikembangkan dalam diri para siswa. MTsN 1 Kota Malang juga selalu mengusahakan keseimbangan spiritual dan intelektual siswanya. Pelajaran agama juga mendapat porsi cukup banyak untuk pembelajaran siswa di sekolah. (aff/gp)
Editor : A. Nugroho