KEPANJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menambah akses baca masyarakat. Salah satunya melalui penambahan titik henti Mobil Perpustakaan Keliling (MPK). Sepanjang 2026 ini menarget 100 titik perhentian MPK.
Sebagai informasi, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kabupaten Malang jauh dibanding Tingkat Kegemaran Membaca (TGM). Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, pada pengukuran tahun 2024, IPLM hanya senilai 56,20. Sedangkan nilai TGM mencapai 80,17. Dengan demikian, kegemaran membaca yang tinggi kurang didukung dengan pemenuhan infrastruktur yang setara.
“MPK ini keliling berdasar permintaan dari surat ke kami. Kemudian kami datang membawa buku koleksi,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Disperpussip) Kabupaten Malang Rohayani ditemui beberapa waktu lalu.
Salah satu perhentiannya yakni di SMPN 3 Kepanjen pada Senin (12/1) lalu. Di sekolah tersebut, beberapa siswa-siswi antusias memilih buku bacaannya. “Koleksi yang kami bawa ada sekitar 1.000 eksemplar buku fiksi dan non-fiksi,” imbuhnya.
Jenis buku tersebut disesuaikan dengan sekolah yang dituju. Jika SD, dia melanjutkan, porsi paling besar yakni buku-buku cerita. Setiap sekolah pun waktu perhentian berbeda. Jika SMP selama tiga jam, sedangkan untuk SD selama dua jam. Biasanya, MPK datang saat jam istirahat.
Dengan luasnya wilayah Kabupaten Malang, pihaknya berupaya dapat menjangkau seluruh kecamatan. Termasuk di Tirtoyudo maupun Ampelgading yang jauh dari pusat Kabupaten Malang. Namun wilayah paling sering dikunjungi yakni Kepanjen dan Sumberpucung.
“MPK ini kami harapkan dapat meningkatkan minat baca anak-anak. Karena lokasi perpustakaan kami itu di Kepanjen. Jadi sulit dijangkau oleh masyarakat di pelosok,” kata pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.
Oleh karena itu, dia melanjutkan, MPK tersebut sebagai upaya jemput bola masyarakat untuk menjangkau masyarakat. Selain melalui MPK, peningkatan literasi juga dilakukan dengan pengembangan perpustakaan digital. Saat ini, terdapat dua platform untuk mengakses perpustakaan digital. Yakni eperpus.malangkab.co.id dan iMalangkab versi android. Namun, dia menyebut, perpustakaan digital tersebut masih belum optimal. Masing-masing platform tersedia 800 buku. (yun/dan).
Editor : Aditya Novrian