ISU budaya dan inklusivitas menjadi fokus penelitian Prof Dr Agus Hery Supadmi Irianti MPd. Ia mengusung tema Mempertahankan Makna Filosofi Motif Batik dengan Teknik Grading.
Riset ini berangkat dari kegelisahan akan hilangnya makna filosofis motif batik akibat proses pemotongan pola pakaian. Serta munculnya body shaming karena motif batik tidak ramah terhadap berbagai bentuk tubuh.
Agus menjelaskan, teknik grading yang lazim digunakan dalam pembuatan pola busana dapat diterapkan pada motif batik.
”Grading pola dan grading motif terbukti mampu menjaga keutuhan filosofi batik, meningkatkan kesesuaian pakaian, serta membangun kepercayaan diri pemakai,” paparnya. Pendekatan ini dinilai relevan untuk mendorong fashion inklusif berbasis budaya. (aff/adn)
Editor : Aditya Novrian