Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Belajar Anatomi Hewan Sejak Dini, FKH UB Tanamkan Sains dan Kepedulian Lingkungan pada Anak serta Dukung SDGs

A. Nugroho • Senin, 23 Februari 2026 | 19:10 WIB

SEMANGAT: Pengenalan anatomi hewan pada siswa TK di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Brawijaya.
SEMANGAT: Pengenalan anatomi hewan pada siswa TK di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Brawijaya.

MALANG - Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat perannya dalam pengembangan edukasi sains berbasis nilai kepedulian lingkungan melalui kegiatan pengenalan anatomi hewan bagi siswa usia dini. Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Brawijaya ini menjadi bagian dari komitmen FKH UB dalam membangun generasi yang cerdas, empatik, dan peduli terhadap kesejahteraan hewan serta kelestarian lingkungan.

Anatomi hewan dalam bidang kedokteran hewan kerap dipandang sebagai materi kompleks yang identik dengan mahasiswa atau tenaga profesional. Namun, FKH UB menghadirkan pendekatan berbeda dengan mengemas konsep dasar anatomi hewan secara sederhana dan menyenangkan untuk siswa taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Melalui metode interaktif, anak-anak diajak mengenal bagian tubuh hewan yang akrab dengan kehidupan mereka, seperti kucing, burung, ikan, dan serangga.

SEJAK DINI: Pengenalan hewan kucing pada siswa TK di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Brawijaya.
SEJAK DINI: Pengenalan hewan kucing pada siswa TK di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Brawijaya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada fungsi organ tubuh hewan, seperti tulang sebagai penyangga, otot untuk pergerakan, jantung yang memompa darah, serta paru-paru atau insang untuk proses pernapasan. Pendekatan kontekstual ini membantu anak memahami bahwa setiap makhluk hidup memiliki struktur tubuh yang saling berkaitan dan berfungsi secara sistematis.

Kegiatan edukasi ini juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diajak memahami bahwa ikan memerlukan air bersih agar insangnya dapat berfungsi dengan baik, serta bahwa hewan seperti katak memiliki kulit yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Pemahaman ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan terhadap kehidupan hewan.

Selain memperkenalkan aspek ilmiah, program ini turut membangun nilai empati dan karakter. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa hewan memiliki organ tubuh yang dapat merasakan sakit, lelah, dan stres, sehingga perlu diperlakukan dengan baik. Nilai ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang sejalan dengan misi Universitas Brawijaya dalam menghasilkan lulusan dan generasi yang berintegritas serta bertanggung jawab.

LANGSUNG PEGANG: Pengenalan kura-kura pada siswa TK.
LANGSUNG PEGANG: Pengenalan kura-kura pada siswa TK.

Metode pembelajaran dirancang secara kreatif melalui kegiatan observasi langsung, menggambar bagian tubuh hewan, diskusi interaktif, dan penyampaian materi dengan bahasa yang mudah dipahami. Pendekatan lintas mata pelajaran juga diterapkan, di mana siswa dapat mengintegrasikan pembelajaran sains dengan seni dan bahasa, sehingga proses belajar menjadi lebih menarik dan bermakna.

Melalui program ini, FKH UB menunjukkan komitmennya dalam memperkuat branding fakultas sebagai pusat unggulan pendidikan dan layanan kesehatan hewan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam edukasi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus mendukung positioning Universitas Brawijaya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif dalam pengabdian kepada masyarakat dan penguatan literasi sains sejak usia dini.

Secara lebih luas, kegiatan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pendidikan sains yang inklusif dan berkualitas sejak usia dini;

SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui edukasi tentang dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan;

SDG 13 (Climate Action) melalui penanaman kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem;

SDG 14 (Life Below Water) dan SDG 15 (Life on Land) melalui pemahaman tentang perlindungan keanekaragaman hayati dan kesejahteraan hewan.

Dengan pengenalan anatomi hewan yang tepat dan berkelanjutan, FKH UB berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang memiliki pemahaman ilmiah sekaligus kepedulian terhadap hubungan antara manusia, hewan, dan lingkungan. Upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis fakultas dalam membangun reputasi institusi melalui kegiatan edukatif yang berdampak luas bagi masyarakat serta selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan global.

Editor : A. Nugroho
#hewan #anatomi #anak #TK #Universitas Brawajiya