JawaPos.com- Polisi telah menetapkan Endang Suhartini dan Tantri sebagai tersangka prostitusi online. Keduanya adalah mucikari yang menjajakan Vanessa Angel dan Avriella Shaqqila.

Endang dan Tantri dipamerkan kepada awak media, Kamis (10/1). Memakai baju tahanan berwarna biru dan topeng berwarna putih, mereka berusaha meladeni pertanyaan wartawan.

Lalu, apa kata Endang dan Tantri terkait kasus yang menjerat mereka berdua? Keduanya kompak menyangkal disebut sebagai mucikari prostitusi online. Mereka hanya berusaha membantu para artis yang minta dicarikan pelanggan.

Endang sendiri mengaku dia hanya menemani Vanessa ke salah satu mal di kawasan Adityawarman, Surabaya. Menurutnya, Vanesssa ke sana karena mendapat job sebagai MC.

“Waktu itu saya hanya menemani saja. Katanya, nge-MC. Saya baru pertama kali menemani (Vanessa),” beber Endang di Mapolda Jatim.

Endang juga tidak menyebut kapasitasnya menemani Vanessa sebagai asisten atau manajer. Perempuan asal Jakarta itu mengaku menemani artis FTV itu hanya sebagai teman. Dia sudah berteman dengan Vanessa sejak Desember 2017.

“Aku dikenalin sama temenku. Ya, sebagai teman aja,” tambahnya kata Endang.

Ditanya soal aktivitas prostitusi online, Endang memasrahkan semuanya kepada kepolisian. Dia hanya mengaku bahwa sebagian besar artisnya sendiri yang menawarkan diri.

Prosesnya, dengan cara mengobrol layaknya teman akrab. Tidak ada patokan tarif maupun kriteria lelaku yang jadi pelanggannya. Endang mengaku mendapat komisi 15 persen.

Hanya saja dirinya lebih senang bergaul dengan artis berusia 20 hingga 26 tahun. Sehingga, lebih mudah untuk dikenalkan kepada pria yang ingin berkencan dengan si artis.

Meski demikian, Endang menolak jika publik menyebutnya mucikari. Menurutnya, banyak orang lain yang juga menjalani model pertemanan dengan artis seperti dirinya.

Senada, Tantri mengaku bahwa dirinya tak bermaksud melakoni prostitusi online. Untuk itu, usai menjalani hukuman nanti dirinya berharap dapat menjadi sosok yang lebih baik.

“Saya sudah koordinasi dengan kuasa hukum. Itu semua nggak benar, kami bukan mucikari. Saya juga nggak mau melakukan ini. Kami ingin lebih baik lagi,” tutur Tantri.

Editor           : Dida Tenola

Reporter      : Aryo Mahendro