JawaPos.com – Aktifitas di pulau hasil reklamasi, mulai bergelian. Pasalnya kini di Pulau D atau kini lebih dikenal dengan Pantai Maju telah terdapat Food Street. 

Setidaknya ada 25 kios yang di Food Street tersebut. Sebagian besar kios juga telah mulai menjajakan dagangannya. Food Street Pantai Maju sendiri beroperasi setiap harinya pada pukul 17.00-24.00 WIB.

Seorang pemilik kios, Yunus, 70, baru berjualan selama kurang lebih 15 hari. Namun dirinya telah mengurus surat izin sejak satu tahun yang lalu sebelum adanya penyegelan pulau.

“Kalau yang lain mungkin sudah sebulan (berjualan) kali. Sudah satu tahun (ngurus izin), sebelum disegel lah. Belum (dijanjikan dulu) tapi (kalau) segelnya dibuka boleh dagang,” katanya, Jumat (25/1).

Ia sendiri tidak terlalu ambil pusing dengan kabar belum adanya izin untuk berdagang di Pulau Maju itu. “Kurang tahu, biasa-biasa saja lah yang penting bisa dagang,” ungkapnya.

Seorang pegawai kios, Bongki, 24, mengatakan, Food Street Pantai Maju biasanya ramai saat akhir pekan. Pengunjung yang datang pun berasal dari berbagai kalangan mulai dari anak muda hingga orangtua.

“Karena ini outlet baru masih sedikit. Kalau weekend lumayan lah. Yang datang kebanyakan keluarga sama yang pasangan gitu atau ramai-ramai,” ucapnya.

Bongki sendiri mengakui masih belum ada kejelasan dengan status Pantai Maju. Hanya saja hal itu tidak mengurangi antusias para pedagang berjualan seperti biasa di pusat kuliner yang baru beroperasi satu bulan itu.

“Iya kita kan udah tahu reklamasi itu ngambang statusnya, jadi dan nggak jadi. Sampai sekarang kan mungkin masih ada yang takut kali ya jadi masih belum buka. Mungkin masih bayangan kali nih,” tuturnya.

Editor           : Erna Martiyanti

Reporter      : Reyn Gloria, Wildan Ibnu Walid