Dua Santri Ponpes An-Nur Hanyut, Pengasuh: Mereka Ingin Bermain Lumpur

BULULAWANG – Dua siswa SMP yang juga Santri Pondok Pesantren An-Nur Bululawang Abdul Rosyid (16) dan Media Agus Riono (16) sampai hari ini Rabu (4/3) masih belum ditemukan.

Mereka diduga terseret arus deras Kalimanten pada Selasa sore (3/3/) kemarin saat hendak menyebrangi sungai bersama ketiga temannya, Johan Santoso (15), Ainul Yaqin (14) dan Evanda Sugeng Prasetyo (16).

Pengasuh Pondok Pesantren sekaligus Dr. H. Fathul Bahri SS. M.Ag menjelaskan alasan kelima santri tersebut menyebrang sungai ketimbang melewati jembatan, karena menghindari kegiatan pesantren, yakni salat Ashar serta membaca Surat Waqiah.

“Mereka menghindari kegiatan rutin yakni Salat Ashar dan baca waqiah sebelum salat Asar itu,” kata Fathul ke radarmalang.id, Rabu (4/3). “Makannya mereka lewat sungai biar tidak ketahuan ustaz pendamping mereka. Apalagi waktu itu hujan,” imbuh ia.

Fathul juga menjelaskan, menurut pengakuan teman korban yang merupakan saksi kejadian,
alasan kelimanya tidak mengikuti kegiatan itu karena mereka ingin bermain lumpur di seberang sungai yang merupakan hamparan sawah dan juga calon bangunan Madrasah Ibtidaiyah An-Nur.

“Dari pengakuan Johan (saksi mata) mereka ingin main lumpur di sana kan masih banyak sawah,” kata ia. “Tapi sebenarnya bisa saja mereka main bola. Tapi Johan tidak mengaku. Katanya bola itu dia nemu di arus sungai dan dilempar untuk menyelamatkan Agus dan Rosyid,” imbuh alumnus UIN Malang Jurusan Bahasa dan Sastra Arab itu.

Seperti diketahui, kemarin memang Johan sempat melempar bola plastik ke arah Rosyid. Bola tersebut ia lempar untuk dipergunakan Rosyid dan Agus sebagai pelampung.

Sebagai informasi, sampai saat ini tim gabungan masih mencari keberadaan dua siswa SMP tersebut. Terdapat 80 personel yang dikerahkan untuk menyusuri sungai Kalimanten sejauh 500 meter.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Fia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here