Forecaster BMKG Malang Firda Maslakah memaparkan, fenomena turunnya suhu udara lantaran wilayah Malang Raya dan sebagian Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau. Ketika memasuki musim kemarau, lanjutnya, jumlah uap air yang berada di atmosfer cukup rendah. Hal ini bisa dilihat dengan sedikitnya awan.
”Uap air ini berfungsi menyerap panas. Sedikitnya uap air membuat energi radiasi yang dipantulkan oleh permukaan bumi pada malam hari tidak banyak. Sehingga suhu pada pagi hari akan menjadi lebih dingin,” jelas Firda kemarin.
Selain itu, dia menambahkan, periode ini terjadi pergerakan masa udara dari Australia yang bersifat dingin dan kering, menuju wilayah Indonesia. Hal ini membuat suhu udara di sebagian wilayah Jatim lebih dingin.
Firda memprediksi bahwa fenomena tersebut masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Suhu paling rendah di antara 16 derajat sampai 19 derajat. Dia mengimbau agar masyarakat tidak terlalu khawatir dan mulai membiasakan diri dengan cuaca seperti saat ini. ”Masyarakat bisa meng-update perkembangan cuaca di media sosial BMKG,” tutupnya.(adk/dan) Editor : Mahmudan