MALANG KOTA – Pencarian dua bocah yang diduga hanyut di sungai Brantas, Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang terus dilanjutkan. Dua hari setelah jenazah Muhammad Rifki Satrio, 10 ditemukan di Dam Blobo, Kepanjen pada Rabu (21/6) lalu, kemarin dilakukan pencarian korban Riski Putra Wijayanto, 10.
Seperti diberitakan, Senin pagi (19/6) Rifki bermain dengan Putra Wijayanto di sekitar sungai Brantas, Bumiayu. Selama ini, Rifki yang asal Polehan itu ngontrak di dekat rumah Putra, Gang Talas, Kelurahan Bumiayu.
Diduga, keduanya hanyut terseret arus sungai Brantas. Pencarian mulai dilakukan malam harinya, hingga akhirnya pada Rabu pagi (21/6) membuahkan hasil. Rifki ditemukan mengambang di Dam Blobo, Kepanjen, Kabupaten Malang. Sementara hingga kini Putra belum ditemukan.
Komandan Tim (Dantim) Pencarian Basarnas Surabaya Andy Pamuji mengatakan, sampai kemarin sore (23/6) jenazah korban kedua belum ditemukan. “Per pukul 16.30 laporan terakhir tim di lapangan belum ditemukan,” kata dia.
Pada hari pertama, 6 Search and Rescue Unit (SRU) dengan jumlah 98 relawan dan SAR lokal Malang beserta Basarnas Surabaya dilibatkan. Setelah jenazah korban pertama ditemukan, pencarian lebih banyak dilakukan di wilayah selatan (Kabupaten Malang).
Andy mengatakan, Kamis lalu (22/6) dibentuk SRU yang melakukan penyisiran di Sungai Molek, Kecamatan Kepanjen. Lalu kemarin, SRU ditambah di Dempok, Kecamatan Pagak, dan Kecopokan, Kecamatan Sumberpucung. “Total ada 11 tim yang melakukan pencarian, 6 SRU air, dan 7 SRU darat,” kata dia.
Tidak seperti Brantas yang cenderung deras arusnya, tiga tempat pencarian tersebut arusnya lebih tenang. Khusus Sungai Molek, hingga kemarin ada tim yang siaga di Syphon Sungai Metro.
Sedangkan untuk Dempok dan Kecopokan, dia mengatakan, arus tenang dimanfaatkan untuk menambah sarana pencarian. ”Yang di sana pakai perahu bermesin. Jumlahnya ada dua unit dan arus sungai memungkinkan untuk menggunakan itu,” kata Andy.(biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana