MALANG KABUPATEN - Korsleting listrik yang memicu kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Malang.
Senin malam (18/9), api melumat sebuah rumah dan toko mebel di Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran.
Sementara pada Selasa siang (19/9), korsleting juga menyebabkan kebakaran peternakan burung murai di Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari.
Kerugian dari dua kebakaran itu mencapai Rp 750 juta
Di Desa Karangsuko, rumah dan toko yang terbakar adalah milik Edi Susanto, 35.
Luasnya 13 meter x 35 meter. Api mulai terlihat oleh warga sekitar pada pukul 21.00.
Namun mereka tak dapat berbuat banyak.
Upaya memadamkan api dengan menyiramkan air dari pinggir rumah seperti tak ada hasilnya.
Sebab, barang-barang di dalam rumah toko sangat mudah terbakar.
Mengakibatkan api membesar dengan sangat cepat.
Terbaru, Baca Juga: Sempat Terjadi Ledakan, Home Industry Terbakar di Singosari Malang
”Dugaan sementara, kebakaran itu dipicu korsleting listrik,” kata Kabid Pencegahan dan Penanggulangan kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto.
Dugaan yang sama diungkapkan warga sekitar.
Menurut mereka, terjadi korsleting listrik di gudang bagian belakang yang kemudian memicu kebakaran di seluruh bangunan.
Tim Damkar Kabupaten Malang baru berangkat ke lokasi kejadian sekitar 22.00.
Tiba pada pukul 22.10, mereka langsung menyemprotkan air ke titik-titik api di seluruh bangunan.
Butuh waktu sekitar tiga jam bagi mereka untuk memadamkan seluruh api.
”Proses pemadaman selesai sekitar pukul 01.00. Perkiraan kerugian mencapai Rp 700 juta,” imbuh Sigit.
Hingga kemarin pagi (19/9), di rumah dan toko milik Edi itu masih terpasang garis polisi.
Bagian ruang tamu hingga belakang rumah tampak hangus.
Hanya menyisakan tembok yang masih berdiri.
Sedangkan bagian garasi di depan rumah tidak terbakar.
Beberapa mebel seperti kursi, sofa, dan lemari milik Edi berhasil diselamatkan ditempatkan di rumah tetangga.
Mebel-mebel itu akan dibawa ke gudang yang lain.
Susilo, salah seorang saksi mata, mengatakan bahwa kebakaran itu tidak langsung disadari warga sekitar.
Tiba-tiba saja api sudah tampak membesar di bagian belakang bangunan yang difungsikan sebagai gudang.
”Kalau malam, di gudang itu memang tidak ada pekerjanya. Mungkin kalau masih ada pekerja, kebakaran itu bisa cepat diketahui dan dipadamkan,” katanya.
Menurut Susilo, pemilik rumah juga tidak langsung mengetahui kalau bagian belakang bangunannya terbakar.
Justru, korban yang menempati rumah di bagian depan diberi tahu oleh warga kalau ada api yang sudah berkobar di gudang.
Api terus merambat ke bagian depan bangunan dan sampai di pintu masuk rumah. Di dalam banyak mebel yang tidak sempat diselamatkan,” tambahnya.
Susilo masih merasa beruntung lantaran malam itu tidak ada angin yang berembus kencang. Kalau ada angin yang cukup kencang, kebakaran bisa meluas.
Merambat ke rumah lain di samping kanan dan kiri yang terbuat dari kayu.
Peternakan Burung Murai Hangus
Selain di Pagelaran, kebakaran melanda peternakan burung murai di Dusun Songsong, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari kemarin siang (19/9).
Pemilik peternakan itu kebetulan juga bernama Edi Susanto. Tapi umurnya 35 tahun.
Kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
”Kami mendapat laporan kebakaran sekitar pukul 11.20. Informasi awal yang masuk berupa kebakaran peternakan dan rumah,” kata Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto.
Butuh waktu 15 menit bagi Tim Damkar Kabupaten Malang untuk menuju lokasi kejadian.
Saat rombongan tiba, api sudah dipadamkan oleh mobil damkar dan water supply milik Unggul.
Mereka juga mendapati yang terbakar hanya kandang ternak burung murai di dekat gudang.
Komandan Regu (Danru) 3 Andrianto menjelaskan area yang terbakar hanya seluas 5 meter x 4 meter.
”Bangunannya semi permanen. Menggunakan tembok bata ringan dan atap galvalum. Yang terbakar sekitar empat kandang, di dalamnya ada 15 ekor burung yang hangus,” terang dia.
Gudang di sebelah kandang ternak juga dimanfaatkan sebagai sarana olahraga badminton dan tenis meja.
Untungnya, api tak sampai masuk ke dalam.
Namun ada juga barang-barang bekas seperti kasur, kursi dan semacam bale-bale terbakar.
Andrianto menduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik dari kabel yang digunakan untuk mengaliri lampu ke dalam kandang.
Setidaknya itu merupakan pengakuan pemilik kandang saat ditanya oleh petugas.
”Selain kabel yang hangus, ada serabut kabel yang terlihat berantakan, tanda telah terjadi hubungan ada arus pendek,” imbuh Andrianto. (pri/biy/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana