Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Kebakaran di Malang dalam Sehari, Kerugian Rp 500 Juta

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 29 September 2023 | 19:00 WIB

 

 

Petugas Damkar Kabupaten Malang butuh waktu sekitar 6,5 jam untuk memadamkan api yang membakar gudang serat tekstil di Singosari, kemarin.
Petugas Damkar Kabupaten Malang butuh waktu sekitar 6,5 jam untuk memadamkan api yang membakar gudang serat tekstil di Singosari, kemarin.

MALANG RAYA - Dalam kurun delapan jam, ada dua kebakaran yang terjadi di Malang raya kemarin (28/9).

Yang pertama di Jalan Ronggowuni, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari.

Tepatnya di gudang serat tekstil dan tempat pembuatan bumper mobil.

Kebakaran di sana terjadi sekitar pukul 04.45.

Petugas mengestimasi jumlah kerugian di angka Rp 300 juta.

Kebakaran berikutnya terjadi di salah satu rumah kos di Jalan Raya Candi 3, RT 10/RW 3, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.00 itu membuat pemilik rumah rugi sekitar Rp 200 juta.

Bila ditotal, angka kerugian dari dua kebakaran yang terjadi kemarin senilai Rp 500 juta.

Ismanto, salah satu warga di Jalan Ronggowuni, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari mengatakan, awalnya api muncul di bagian depan gudang.

”Setelah itu langsung merembet ke bagian belakang,” kata dia.

Banyaknya serat tekstil membuat api dengan mudah menyebar.

Ada satu rumah warga yang lokasinya berdekatan dengan gudang tersebut.

Ismanto dan warga lainnya kemudian bergegas ikut mengamankan barang-barang di rumah tersebut.

”Beberapa warga sudah mengeluarkan barang-barangnya, takut api merembet,” tambah Ismanto.

Diketahui, gudang tersebut milik Falikul, warga yang bertempat tinggal tak jauh dari lokasi.

Petugas Damkar Kabupaten Malang butuh waktu cukup lama untuk memadamkan api di gudang dengan ukuran sekitar 4 x 9 meter tersebut.

Bila diestimasi, mereka butuh waktu sekitar 6,5 jam untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Pemadaman dimulai pukul 05.00, dan selesai sekitar pukul 11.45 WIB.

”Api sudah bisa dipadamkan sejak pagi. Tapi kami tetap harus memadamkan titik api yang telanjur masuk ke dalam tumpukan barang yang paling bawah,” kata Hafidul Ulum, salah petugas Damkar Kabupaten Malang.

Total ada empat unit mobil damkar yang diterjunkan ke lokasi.

”Di sini (di sekitar lokasi) tidak ada sumber air, jadi kami harus mengambil air dari wilayah lain untuk pendinginan,” tambahnya.

Kanit Reskrim Polsek Singosari Ipda Transtoto Argokuncoro memastikan bila pihaknya ikut mendalami penyebab kebakaran di sana.

”Kami sudah mengamankan beberapa barang bukti, seperti meteran listrik dan kabel,” kata dia.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto juga belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran di sana.

”Masih dalam penyelidikan, sementara ini kerugian diperkirakan mencapai Rp 300 juta,” kata dia.

Sementara itu, kebakaran di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun kemarin siang (28/9) terjadi di rumah nomor 463.

Rumah kos dengan enam kamar itu terletak di tengah permukiman padat penduduk.

Warga sekitar dan penghuni rumah berasumsi jika korsleting dari teko listrik yang menjadi penyebabnya.

Mohammad Syaifudin, 51, anak dari pemilik rumah kos tersebut mengaku jika dia tidak ada di rumah ketika kebakaran terjadi.

”Saya sedang di rumah saudara, sedang bantu hajatan. Yang saya tahu saat kebakaran ada tiga orang di dalam rumah,” kata dia.

Namun saat itu, satu penghuni sedang keluar.

Menyisakan dua orang yang berada di dalam kos.

Salah satunya Anwar, 59.

Saat terjadi kebakaran, dia mengaku sedang beristirahat.

Namun, karena listrik rumah tiba-tiba mati, dia sempat terbangun.

Di saat yang bersamaan, ada asap keluar dari kamar depan sisi kiri yang bertembok kayu.

”Kamar itu terkunci, kemudian saya dobrak. Ternyata karpet di dalam kamar sudah terbakar. Saya siram pakai ember tapi tidak bisa membuat api padam, malah tambah besar,” kata Anwar.

Kepala UPT Damkar Kota Malang Agoes Soebekti juga menduga bila korsleting lah yang menjadi penyebab kebakaran.

”Anggota juga melihat teko tersebut, kami duga (api) berasal dari situ,” kata dia.

Petugas butuh waktu sekitar 20 menit untuk memadamkan api dan melakukan pendinginan.

Agoes memperkirakan kerugian materi akibat kejadian tersebut sekitar Rp 200 juta. (pri/biy/by)

 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kerugian #kebakaran di malang