Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Korban Bunuh Diri di Filkom UB Sempat Mendaftar Kuliah Lagi

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 16 Desember 2023 | 17:17 WIB

 

LST, korban bunuh diri di Filkom UB sebenarnya sempat daftar kuliah lagi tahun ini
LST, korban bunuh diri di Filkom UB sebenarnya sempat daftar kuliah lagi tahun ini

Informasi dalam artikel ini tidak bermaksud untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa.
Bagi pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan diri ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Tetangga Mengenangnya sebagai Sosok Pendiam dan Berprestasi

MALANG KOTA - Kematian gadis berinisial LST di lantai 4 gedung Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya Kamis lalu (14/12) mengundang keprihatinan banyak pihak.

Tak terkecuali keluarga yang begitu memperhatikan korban.

Apalagi LST sudah berencana masuk bangku kuliah lagi tahun depan.

Informasi itu diungkapkan L yang merupakan kakak kandung ibu LST.

Dia menjelaskan, keponakannya itu memang sempat kuliah di Prodi Matematika Universitas Brawijaya pada 2018.

Tapi LST mengundurkan diri pada 2019.

Menurut L, LST sebenarnya sudah mendaftar ke Binus University dan akan masuk tahun depan.

”Sudah bayar uang pendaftaran. Seharusnya bayar Rp 30 juta. Tapi dapat beasiswa, sehingga hanya membayar setengahnya saja,” ceritanya.

L mengaku cukup dekat dengan LST.

Dia kerap mampir ke rumah keponakannya itu yang memang berada tepat di depan rumahnya.

Sejak dulu LST juga dikenal pendiam, tapi berprestasi dan rajin beribadah.

Sebelum bunuh diri, LST berpamitan ke ibunya untuk bekerja.

Sudah sekitar tiga bulan terakhir dia bekerja di salah satu usaha milik kerabat ayahnya yang terletak di belakang Pasar Blimbing.

”Dia diantar sama masnya. Mungkin ke kampus UB naik ojek atau apa,” imbuhnya.

L juga teringat sikap keponakannya yang lebih manja sebelum mengakhiri hidup.

Dia kerap meminta dipangku oleh ibunya dan bersikap seperti anak kecil.

”Saya juga mengelus-elus kepalanya dan memintanya tidur di pangkuan saya,” ceritanya.

Sementara itu, Ketua RT setempat Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso Sulistoyo mengaku kaget saat mendengar berita kematian salah satu warganya itu.

Selama ini dia mengenal LST sebagai gadis pendiam.

Pun, jarang keluar rumah.

Karena itu, Sulistoyo tidak mengetahui seberat apa masalah atau tekanan yang dihadapi LST.

”Saya tidak pernah menyangka kalau dia sampai bunuh diri,” ujarnya. 

Sulistoyo menjelaskan, korban tinggal di Kepuharjo bersama ibu dan tiga saudaranya.

Sang ayah sudah meninggal beberapa waktu lalu dan dimakamkan di Sentong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Informasi lain menyebutkan, LST sangat terpukul dengan kematian ayahnya.

Sampai akhirnya dia memutuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan milik pamannya untuk membantu keuangan keluarga.

Tetangga lain memastikan bahwa korban tidak akan dimakamkan di TPU desa setempat.

Informasi yang dia terima, LST bakal dimakamkan di Sentong, Kecamatan Lawang, sama seperti almarhum ayahnya.

”Sekarang jenazah korban berada di Yayasan Gotong Royong Malang. Rencananya dimakamkan hari Minggu (17/12),” terang tetangga yang meminta namanya tidak disebutkan tersebut.

Dia juga mengenal LST sebagai gadis yang cantik, pintar, tapi memang pendiam.

Bahkan sudah dikenal cerdas sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak.

“Masuk kuliahnya juga beasiswa, bahkan jurusannya matematika,” imbuhnya.

Tetangga itu juga mendengar informasi bahwa LST sempat pergi bekerja di perusahaan milik kerabatnya sebelum bunuh diri.

Saat jam istirahat siang, tiba-tiba LST pergi dengan meninggalkan laptop dalam kondisi menyala.

”Teman-temannya sempat mencari, tapi tidak ketemu. Malah akhirnya terdengar kabar dia bunuh diri,” imbuhnya.

Pemeriksaan Polisi

Seperti diberitakan sebelumnya, LST sudah pernah mencoba bunuh diri sebanyak dua kali.

Yang pertama dengan cara melukai pergelangan tangan.

Sedangkan yang kedua dengan minum cairan pemutih.

Cerita itu sesuai dengan hasil pemeriksaan polisi dan tim medis.

Mereka menemukan bekas luka sayatan di pergelangan tangan kiri.

Tapi luka itu sudah sembuh.

Kapolsek Lowokwaru AKP Anton Widodo mengatakan bahwa luka itu tidak terjadi sesaat sebelum LST meloncat dari lantai 12 gedung Filkom UB.

Melainkan luka lama yang hanya menyisakan bekas saja.

Di lantai 12 gedung Filkom UB pun tidak ditemukan bercak darah.

Polisi juga memastikan bahwa LST naik ke lantai 12 menggunakan lift.

Dia berhenti di lantai 11, kemudian melanjutkan dengan naik tangga.

Tidak ada satu orang pun di gedung Filkom yang mengenal LST.

Sementara di lantai 12 saat itu sama sekali tidak ada orang.

”Dari hasil olah TKP dan rekaman kamera CCTV, korban memang berniat menjatuhkan diri,” tambah Anton.

Polisi juga menemukan sepatu LST yang ada di dalam ruangan dan kacamata yang ada di tepi jendela.

Lokasi tersebut dipastikan sebagai tempat LST meloncat.

Sebab, lokasi jendela itu lurus atau simetris dengan posisi korban saat ditemukan tergeletak di balkon lantai 4.

Sempat muncul temuan surat berisi tulisan tangan tentang keluhan atas beban perkuliahan.

Namun Anton membantah adanya temuan tersebut.

Sebab LST sudah tidak duduk bangku perkuliahan kurang lebih 4 tahun.

”Korban sudah lama tidak kuliah. Sedangkan isi suratnya adalah permasalahan akademik mahasiswa,” jelas Anton.

Hal lain yang belum terkuak adalah alasan LST memilih gedung Filkom untuk mengakhiri hidup.

Dugaan sementara, pilihan itu didasari karena bangunan itu merupakan salah satu gedung tertinggi.

Bahkan lantai paling atas bisa diakses semua orang.

Karena itu, dia menyarankan ada evaluasi keamanan gedung tinggi dari potensi upaya bunuh diri.(mel/pri/iza/fat)

 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#FILKOM UB #mahasiswa bunuh diri