Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dapat Bisikan Gaib, Mahasiswa UB Malang Lompat dari Jembatan

Bayu Mulya Putra • Minggu, 14 Juli 2024 | 17:15 WIB
SELAMAT: Sejumlah petugas mengevakuasi korban percobaan bunuh diri di Jembatan Suhat, kemarin. Korban berasal dari Bekasi, dan masih berusia 19 tahun.
SELAMAT: Sejumlah petugas mengevakuasi korban percobaan bunuh diri di Jembatan Suhat, kemarin. Korban berasal dari Bekasi, dan masih berusia 19 tahun.

MALANG KOTA - Percobaan bunuh diri di Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) kembali terjadi kemarin, sekitar pukul 08.00.

Yang melakukannya yakni mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berinisial AHM, 19.

Beruntung, warga Bekasi itu masih selamat.

Dia ditemukan di bawah jembatan Suhat.

Mahasiswa semester tiga itu mengalami sejumlah luka.

Seperti cedera patah tulang leher dan lecet di punggung dan tangan kanannya.

”Sempat pingsan sebentar, pas sadar matanya langsung melotot,” ujar Indra Setiyo Sutrisno, salah satu relawan yang ikut menolong AHM.

Indra mengaku telah bertanya kepada AHM apakah tindakan itu terjadi karena korban terpeleset atau sengaja melompat.

”Dia mengaku melompat setelah mendengar bisikan gaib,” kata dia.

Indra bersama relawan lainnya lantas memanggil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang untuk membawakan nikolar (alat penyangga leher) dan oksigen.

Karena saat itu napas AHM mulai tersengal.

”Setelah dipastikan aman untuk dievakuasi, kami mengangkat korban dengan tandu basket,” lanjut Indra.

AHM dievakuasi lewat sungai dengan cara mengapung diiringi petugas dan relawan.

Lalu diangkat ke permukaan melalui tangga yang berjarak 100 meter dari titik jatuhnya AHM.

Setelah itu AHM segera dilarikan ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Kapolsek Lowokwaru Kompol Anton Widodo mengaku belum bisa memastikan motif korban melompat dari jembatan.

Pihaknya masih menunggu AHM pulih dan akan diinterogasi lebih lanjut.

”Kalau memang ada masalah psikis, akan kami dampingi melalui tim psikologi,” ujrnya.

Perwira dengan melati satu di pundaknya itu mengakui bila percobaan bunuh diri di Jembatan Suhat sudah sering terjadi.

Sejak 2021 lalu, pihaknya mencatat sudah ada delapan kali percobaan bunuh diri.

Dari total itu, satu korban diketahui tewas.

Bahkan sepekan yang lalu, tepatnya 6 Juli lalu, juga ada seorang perempuan yang mencoba melompat.

Beruntung, aksinya bisa digagalkan warga.

”Saya rasa sisi kiri jembatan ini juga perlu diberi penutup kawat besi,” lanjut Anton.

Seperti banyak diketahui, kini sisi kanan jembatan itu sudah diberi kawat besi.

Tujuan utama pemkot yakni mengantisipasi kasus serupa.

Senada dengan Anton, Hariyadi, 41, salah satu security di Hotel Everyday mengaku sudah menyaksikan lima percobaan bunuh diri di sana pada tahun ini.

Tiga dari total percobaan itu bisa dia gagalkan.

”Percobaan bunuh diri yang paling saya ingat itu perempuan yang akhirnya tewas di Jembatan Tunggulmas dua bulan lalu,” ujar Hariadi.

Laki-laki itu menyebut saat itu korban sudah hampir jatuh di Jembatan Suhat, namun di berhasil diselamatkan rekan Hariadi dengan memegang jaketnya.

Selang dua hari, perempuan itu diberitakan meninggal di Jembatan Tunggulmas.

Khusus untuk kasus kemarin, Hariyadi mengaku tidak mengetahuinya.

Meski saat itu dia tengah berjaga. (aff/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#lompat #malang #mahasiswa ub #jembatan