Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Horor Banjir Malang Selatan, Warga Gedangan Meninggal, Korban asal Kalipare Terseret Air dan Belum Ditemukan

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 30 November 2024 | 16:49 WIB
Penyaluran logistik darurat untuk warga korban banjir di Malang selatan. Bencana sudah klaim nyawa, satu orang meninggal, satu hilang
Penyaluran logistik darurat untuk warga korban banjir di Malang selatan. Bencana sudah klaim nyawa, satu orang meninggal, satu hilang

MALANG - Dua orang dilaporkan terseret arus banjir yang melanda kawasan Malang Selatan kemarin (29/11).

Satu korban banjir Malang selatan ditemukan meninggal atas nama Alif Saifudin, 24, warga Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Satu korban lagi bernama Wawan Efendi, 40, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Malang selatan dan hingga tadi malam belum ditemukan.

Wawan diduga terseret aliran Sungai Brantas Pada Jumat pagi (28/11), sekitar pukul 09.00.

Dia berpamitan kepada ayahnya untuk mencari rumput di pinggir Sungai Brantas yang masuk wilayah Dusun Krajan, Desa Kalipare.

”Waktu itu korban berangkat menggunakan sepeda motor Honda Verza,” ujar Kapolsek Kalipare AKP Kukuh Purwono.

Pihak keluarga merasa khawatir lantaran Wawan tak kunjung pulang hingga pukul 14.00.

Siang itu juga sang ibu berusaha mencari korban.

Namun, saat tiba di lokasi korban mencari merumput, yang ditemukan hanya sepeda motor, dua ikat rumput, dan sebilah sabit.

Karena korban tak kunjung ditemukan, ibunya memutuskan segera melapor ke Polsek Kalipare.

”Ciri fisik korban berwajah lonjong, memiliki kumis dan jenggot tipis, berkulit sawo matang, serta berambut pendek,” ujar Kukuh.

Saat pamit mencari rumput, Wawan mengenakan kaus biru lengan panjang dipadukan dengan celana panjang.

Kukuh meminta warga yang menemukan orang dengan ciri-ciri semacam itu langsung menghubungi nomor 085233349733.

Pada hari yang sama, seorang pemuda bernama Alif Saifudin pingsan akibat terkena sengatan listrik di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, sekitar pukul 14.20.

Waktu itu ada tiang lampu penerangan jalan yang roboh di jalan dekat rumah korban.

Kabel dari tiang lampu tersebut mengenai korban hingga pingsan.

”Kebetulan juga terjadi banjir. Setelah pingsan, korban terseret air sejauh 100 meter dan akhirnya meninggal,” kata Kapolsek Gedangan AKP Slamet Subagio.

Siang itu sebenarnya ada saksi mata bernama Hasan yang melihat Alif pingsan akibat sengatan listrik.

Hasan berusaha menghentikan aliran listrik dengan mematikan saklar lampu jalan.

Setelah arus listrik berhasil dimatikan, tubuh korban malah hanyut terbawa arus banjir. (aff/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Banjir #malang selatan