TUREN – Pekan lalu sering terjadi bencana alam.
Khusus Sabtu lalu (22/3), badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat ada 10 titik bencana dalam sehari.
Pemi cunya hujan disertai angin kencang, sehingga terjadi pohon tumbang dan atap beberapa rumah warga terempas angin.
Untuk pohon tumbang terjadi di Jalan Abdul Mukti RT 3, RW 1, Dusun Tawang rejeni, Desa Tawangrejeni, Turen.
Pohon setinggi sekitar 25 meter dan berdiameter 30 sentimeter itu tumbang.
Batangnya menutup ruas jalan, sehingga arus lalu lintas sempat terhambat.
Ketua Badan Permusya waratan Desa (BPD) Tawangrejeni Heru Santoso mengatakan, pohon tersebut tumbang menutupi jalan penghubung Turen menuju Sendang Biru (Kecamatan Sumbermanjing Wetan).
“Itu kena hujan deras disertai angin. Setelah itu langsung tumbang,” kata dia.
Dalam pengamatan wartawan koran ini, akar pohon tercerabut seketika.
Hal itu menandakan bagian di akar sudah lapuk.
Selain mengaki batkan kemacetan arus lalu lintas, batang pohon menimpa rumah warga.
“Untungnya penghuni rumah sedang beraktivitas di belakang rumah mempersiapkan makanan berbuka, sehingga tidak sampai menjadi korban” ujar dia.
Tumbangnya pohon di Turen pada Sabtu lalu (22/3) merupakan satu dari 10 bencana dalam kurun pukul 14.30 sampai 15.30.
Sementara itu, Kabid Kedaru ratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, 10 bencana tersebut terdiri atas 4 kejadian pohon tumbang dan enam atap rumah yang beterbangan kena angin.
Terjadinya tidak hanya di kecamatan Turen saja, tapi juga di kecamatan lain.
Di antaranya di Sumbermanjing Wetan, Dampit, dan Tirto yudo.
“Tirtoyudo dan Sumbermanjing Wetan itu yang paling banyak diterjang bencana. Jumlah kejadiannya ada empat. Sedangkan Turen dan Dampit hanya satu,” kata dia.
Dua kejadian tersebut di wilayah pantai. Yakni di Pantai Lenggoksono di Desa Lenggoksono, Kecamatan Tirto yudo dengan ranting pohon tertiup angin.
Kemudian kejadian lain di pantai Tamban, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumawe.
“Yang rusak, secara keseluruhan ada 25 rumah dan satu fasilitas umum. Yakni gedung pertemuan kelompok nelayan di Tamban,” kata Sadono.
Estimasi kerugian materi sementara ini berkisar Rp 39 juta.
Sadono mengimbau warga tetap waspada selama musim hujan, terutama yang bermukim di daerah rawan bencana.
Sedangkan pagi pengendara juga diimbau mewaspadai ancaman pohon tumbang maupun reklame roboh. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho