Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Terbakar Empat Jam, Toko Pecah Belah Rugi Rp 1 M

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 25 April 2025 | 17:13 WIB
CEPAT MENYEBAR: Api membakar lantai satu hingga lantai tiga Toko Santosa Pecah-Belah di Jalan Gatot Subroto Nomor 11 A-C, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Rabu Malam (23/4).
CEPAT MENYEBAR: Api membakar lantai satu hingga lantai tiga Toko Santosa Pecah-Belah di Jalan Gatot Subroto Nomor 11 A-C, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Rabu Malam (23/4).

MALANG KOTA – Kebakaran melanda Toko Santosa Pecah-Belah di Jalan Gatot Subroto Nomor 11 A-C, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Rabu malam (23/4).

Api terlihat muncul pertama kali pada pukul 19.45.

Karena terus membesar, pemadaman baru tuntas menjelang pukul 00.00.

Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

Awalnya, kebakaran itu dilaporkan kepada petugas keamanan bernama Supangat.

Pria yang bekerja di Santosa Supermarket (satu grup dengan manajemen toko yang terbakar) itu langsung menuju lokasi kejadian.

”Setelah saya cek ternyata memang terasa ada hawa panas. Kemudian saya hubungi para pemiliknya,” terangnya.

Menurut Supangat, sehari-hari Toko Santosa digunakan sebagai gudang penyimpanan barang pecah belah.

Di lantai satu juga biasa ditempati beberapa kendaraan.

Rata-rata para pegawai pulang sekitar pukul 17.00.

Karena itu, saat terjadi kebakaran sama sekali tidak ada orang di dalam toko.

Tim damkar langsung meluncur ke lokasi kejadian setelah menerima laporan pada pukul 20.00.

Saat itu kobaran api sudah membesar.

Lima unit mobil damkar langsung disiapkan untuk menyemprotkan air.

Tapi, para petugas kesulitan membuka pintu harmonika yang terkunci.

Upaya membuka pintu baru bisa dilakukan setelah beberapa kerabat pemilik toko datang sekitar pukul 20.30.

Selanjutnya, tim damkar menyemprotkan air ke titik api dari bagian depan hingga belakang.

Saat itulah terlihat bahwa di dalam toko terdapat enam kendaraan.

Beberapa relawan membantu menyelamatkan enam kendaraan tersebut.

Lima di antaranya berhasil dikeluarkan.

Yakni pikap Mitsubishi L-300 hitam dengan nomor polisi N 9274 EL, pikap Suzuki Super Cargo dengan nomor polisi N 9277 AB, dua unit sepeda motor roda tiga yang salah satunya berjenis Happy dengan nomor polisi N 2013 ABR, serta satu unit Honda Revo.

Kendaraan-kendaraan itu mengalami kerusakan akibat terbakar.

Sementara itu, satu mobil tidak bisa dikeluarkan dan hangus terbakar bersama barang pecah belah, seperti piring dan gelas.

Nominal pasti kerugian masih dihitung pihak Polresta Malang Kota.

Namun, perkiraan sementara mencapai Rp 1 miliar.

Di tengah upaya memadamkan api, terdengar jeritan histeris dari seorang perempuan lanjut usia.

Perempuan asal Kecamatan Sukun itu mengalami sesak napas karena terkejut melihat toko tempatnya bekerja ludes terbakar.

Pekerja berinisial S itu akhirnya dirawat di dalam mobil ambulans.

”Setelah mendengar kabar toko terbakar, beberapa karyawan memang berdatangan,” imbuh Supangat.

Proses pemadaman api berlangsung alot.

Sekitar pukul 21.30, api malah merembet ke lantai dua dan tiga ruko lain yang berada di samping kanan maupun kiri Toko Santosa Pecah-Belah.

Untuk memadamkan api yang terus membesar, petugas dibantu mobil pemadam lain dari Pabrik Rokok Bentoel, Pabrik Rokok Grendel, mobil pengangkut air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan PDAM Kota Malang, serta mobil skylift.

Api akhirnya benar-benar padam menjelang pergantian hari.

Total air yang digunakan tim damkar mencapai 160 liter.

Kepala Bagian Operasional UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Anang Yuwono menyebut beberapa kendala saat proses pemadaman api.

Selain pintu harmonika yang terkunci, tangga menuju lantai atas juga meleleh.

”Tapi kami tetap berusaha sampai akhirnya bisa naik ke lantai tiga untuk memadamkan api,” ungkapnya.

Api sempat merembet ke Toko Sumber Lancar yang tepat berada di sebelah kanan Toko Santosa.

Toko tersebut menjual material spons untuk kasur dan karpet.

Menurut karyawan bernama Bangkit, toko tempatnya bekerja terdampak kebakaran di lantai dua dan tiga.

Tapi hanya terkena lelehan plastik dari material toko yang terbakar.

”Bagian atap juga sedikit terbakar,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Pandu Rizki Darmawan menjelaskan, hingga kemarin (24/4) pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran.

Sebab, pemeriksaan setelah proses pemadaman tidak menemukan bahan pemicu api, seperti tabung gas.

Hanya ada alat pemadam api ringan ukuran lima kilogram yang sudah hangus.

Dugaan sementara, lanjut Pandu, kebakaran berawal dari bagian belakang toko di lantai satu.

Di tempat itu terdapat instalasi listrik dan yang tampak paling hangus.

Tapi, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran yang sebenarnya. (mel/fat)

Editor : A. Nugroho
#kebakaran #Kota Malang #rugi 1 M #toko pecah belah