KEBAKARAN juga melanda empat bedak di Pasar Singosari, Desa Pangetan, Kecamatan Singosari, pada Jumat malam (23/5). Toko itu milik Abdurrohim, 47; Yayuk Sulianingsih, 55; Riatin, 58; dan Suliadi, 53. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta.
Berdasar keterangan saksi mata, api mulai terlihat pada pukul 22.10. Saat itu sama sekali tidak ada orang di dalam pasar. Sehari-hari, pasar tersebut memang ditinggalkan para pedagang sekitar pukul 15.00.
”Kami datang pada pukul 22.23, saat empat toko itu sudah terbakar hebat,” kata Komandan Regu 2 Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang Angga.
Butuh waktu 2,5 jam bagi tim damkar untuk memastikan api benar-benar padam. Sebab bedak yang terbakar adalah toko kelontong yang dipenuhi barang mudah terbakar.
Petugas sempat kesulitan memadamkan api karena kondisi toko yang gelap. Sebab, listrik langsung dimatikan ketika terjadi kebakaran. Barang-barang yang memenuhi toko juga menghalangi akses petugas menuju titik awal api.
Abdurrohim yang akhirnya datang ke pasar hanya bisa pasrah melihat tokonya dilalap api. Dia mengaku meninggalkan toko pada pukul 15.00 dan lebih dulu dengan mematikan jaringan listrik.
”Tiba-tiba diberi kabar tetangga kalau bedak saya terbakar. Langsung pergi ke sini dan semua sudah habis terbakar,” ujar pria berusia 47 tahun itu saat ditemui di lokasi kejadian.
Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kepolisian menyebutkan bahwa kepulan asap pertama muncul dari toko kelontong milik Abdurrohim. Di bagian plafon toko terdapat rak untuk menyimpan stok barang dagangan.
Sementara di bawah rak ada jaringan kabel listrik untuk lampu. Kemudian di bawahnya lagi ada terpal yang digunakan menutup barang dagangan.
“Dugaan sementara, kebakaran dipicu panas lampu yang menyebabkan terpal di bawahnya meleleh,” ujar Kapolsek Singosari AKP Try Widyanto. Api langsung menyebar ke tiga toko yang berada di sebelah kanan, kiri, dan belakang bedak Abdurrohim.
Namun ketiga toko lain hanya terbakar sebagian saja. Saat api sudah padam, tampak Abdurrohim dan pemilik toko lain berusaha mencari barang yang masih bisa dimanfaatkan.
Editor : A. Nugroho