TAJINAN – Hujan disertai angin kencang yang menerpa sejak Rabu (4/3) sore hingga malam hari mengakibatkan pohon tumbang dan puluhan rumah rusak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat 32 rumah rusak di lima kecamatan. Yakni Kasembon, Pujon, Lawang, Wagir, dan Tajinan. Mayoritas kerusakan di bagian atap, sehingga sebagian penghuni harus mengungsi.
Kerusakan atap pertama akibat badai terdeteksi di Jalan Rampal, Desa Gunungsari, Kecamatan Tajinan. Di lokasi tersebut tercatat lima rumah rusak dan 26 warga terdampak.
“Kerusakan paling banyak di Kasembon,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin.
Di Kecamatan Kasembon, ada empat dusun yang terdampak. Yaitu Dusun Tangkil di Desa Pait dengan total enam rumah rusak dan 15 jiwa terdampak. Selanjutnya Dusun Wonorejo di Desa Wonoagung dengan total satu rumah rusak.
“Korban paling banyak di Dusun Mangir, Desa Sukosari dengan total delapan rumah rusak dan 27 jiwa terdampak,” lanjut Sadono.
Sementara kerusakan lain di Dusun Toyomerto, Desa Wonoagung dengan total dua rumah rusak. Di dusun tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 80 juta.
Selanjutnya ada dua dusun di Kecamatan Pujon yang juga terdampak. Yaitu Dusun Bengkaras dan Dusun Lebi. Sementara itu ada tiga rumah rusak di Dusun Tegalrejo, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang.
”Di Lawang ada 13 jiwa terdampak,” kata dia.
”Kemudian di Kecamatan Wagir ada empat rumah yang atapnya rusak. Tepatnya di Desa Dalisodo dan Desa sukodadi,” tambahnya.
Dia mengatakan, rumah yang rusak mayoritas menggunakan atap berbahan galvalum. Menurut dia, hal itu memicu angin lebih mudah menerjang dibanding atap dengan bahan genting.
“Sejauh ini kami masih melakukan asesmen lebih lanjut sembari memberi bantuan terpal,” kata Sadono.
BPBD mengimbau masyarakat agar terus waspada dan siaga terhadap bencana. Sebab perkiraan cuaca ekstrem baru reda pada pertengahan hingga akhir Maret depan. Untuk itu masyarakat diminta hati-hati, terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda.
”Sebaiknya berdiam diri di rumah saja jika tidak ada keperluan mendesak,” katanya.(aff/dan)
Editor : A. Nugroho