Keberadaan tol Malang–Pandaan (Mapan) bagai pisau bermata dua. Di satu sisi berpotensi menumbuhkan ekonomi warga Malang Raya karena akses lancar. Tapi, di sisi lain bisa melemahkan sektor usaha di jalan nasional Lawang–Singosari. Apa yang akan dilakukan pemkab untuk melindungi investornya di Malang Utara?

SEJUMLAH pelaku usaha di sepanjang jalan nasional Lawang–Singosari sepertinya mulai berancang-ancang. Meski tidak terang-terangan mengungkapkan keresahannya akibat adanya tol Mapan, tapi mereka sudah membuka cabang di lokasi lain.

Bisa jadi, itu langkah penyelamatan. Jika sektor usaha di Jalan Raya Lawang–Singosari sepi, setidaknya masih bisa mengandalkan dari cabang lain.

Toko roti Citra Kendedes Cake & Bakery misalnya. Tetap buka di Jalan Raya Singosari 67, tapi belakangan membuka outlet di Jalan Ki Ageng Gribig, Kota Malang. Ki Ageng Gribig merupakan akses tol Mapan setelah exit Cemorokandang (Kota Malang) beroperasi.

”Orang mau berwisata dan sebagainya, nanti keluarnya kan dari exit tol Madyopuro. Kami bisa push Citra Kendedes di sana (Jalan Ki Ageng Gribig) untuk menawarkan inovasi-inovasi,” ujar Supervisor Citra Kendedes Daniel Andreson beberapa waktu.

Selain mengincar Madyopuro, sebagian pengusaha juga membidik Karangploso, Kabupaten Malang. Karlos (sebutan lain untuk Karangploso) berpotensi strategis untuk berbisnis setelah tol Mapan beroperasi.

Sebab, jika exit Karanglo beroperasi, maka wisatawan dari Surabaya yang berkunjung ke Kota Batu akan melintasi jalur Karanglo–Karangploso hingga Kota Batu.

Camat Karangploso Dyah Ekawati Nicotiana W. SH M.S. menyatakan, wilayahnya mengais keuntungan dengan keberadaan tol Mapan. Dari sisi bisnis, banyak pengusaha yang mulai melirik dua desa di Kecamatan Karangploso, yakni Girimoyo dan Tawangargo. ”Mulai Girimoyo sampai Tawangargo banyak dibangun usaha baru. Mayoritas kuliner seperti restoran,” kata Dyah, kemarin.

Menyadari tingginya potensi bisnis di Karangploso, Dyah mengaku sudah menyiapkan strategi untuk menyambut operasionalisasi tol Mapan. ”Saya akan menggalakkan karang taruna dan kelompok wanita tani di Donowarih. Juga bikin tempat untuk menampung produk unggulan warga,” kata pejabat eselon III A Pemkab Malang itu.

Lantas apa upaya pemkab agar pengusaha tidak hengkang dari Singosari? Pemkab akan membuat regulasi agar ada perlakuan khusus bagi pelaku industri usaha di Kota Santri, julukan untuk Singosari. Sebab, di Singosari akan menjadi kawasan ekonomi kreatif (KEK).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto menyatakan, pihaknya optimistis keberadaan proyek nasional (tol Mapan) tidak akan menggeser fungsi tata ruang di kawasan sekitarnya. ”Di sektor industri tidak akan ada pergeseran bagi yang sudah ada, tapi bagaimana caranya agar sebisa mungkin keberadaan industri ini juga akan menjadi pendukung bagi KEK Singosari,” kata Tomie.

Kalaupun ada perubahan, Tomie memastikan bahwa penyesuaian tersebut sifatnya justru akan memperkuat keberadaan kawasan industri tersebut.

”Misalnya harus ada penguatan dari segi teknologi, karena KEK Singosari ini nantinya bergerak di bidang pariwisata dan IT (information and technology).  Maka industri di sekitarnya harus memiliki daya dukung, baik dari aspek teknologi maupun SDM (sumber daya manusia),” beber Tomie.

Kebijakan ini berlaku, baik untuk industri yang ada dalam kawasan KEK maupun yang berada di sekitarnya. ”Bukan hanya dari aspek industrinya saja. Pendidikan anak-anak di sekitar situ pun sudah ditetapkan sesuai dengan standar SDM yang diperlukan oleh KEK,” sambungnya.

Selain itu, Tomie juga membuka keran bagi pengusaha yang ingin menginvestasikan modalnya di kawasan Singosari. ”Siapa pun yang mau mengembangkan potensi wisata maupun IT di KEK akan mendapat perlakuan khusus, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah,” terangnya.

”Di antaranya, seperti insentif atau kemudahan dalam mengurus dokumen kelengkapan, pajak, maupun percepatan perizinan,” tambahnya.

Pewarta               : Farik Fajarwati
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Mahmudan
Fotografer          : Darmono