JawaPos.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Basyid Has ikut memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional pada 10 Januari lalu. Dia pun menyoroti pelestarian lingkungan di Kepulauan Riau (Kepri) agar menjadi pembangunan berkelanjutan.

“Sebagai acara tahunan, Hari Lingkungan Hidup Nasional harus dimaknai sebagai momen evaluasi sejauh mana komitmen kita untuk terus menjaga lingkungan,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/1).

Menurut dia, terdapat dua persoalan lingkungan di Kepri. Pertama berkaitan dengan ketersediaan hutan lindung yang terus menurun. Kedua pencemaran laut karena limbah pertambangan. “Dua hal tersebut harus menjadi prioritas, karena setiap tahun terjadi,” ungkapnya.

Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Kepri itu menambahkan, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa hanya dilimpahkan pada satu pihak semata. Di sisi pemerintah, aturan-aturan yang berkaitan dengan sanksi pencemaran lingkungan juga harus dikuatkan. Pasalnya, di Kepri hampir setiap tahun tumpahan minyak selalu mengenangi lingkungan. Kelalaian tersebut harus dipertanggungjawabkan perusahaan tentunya dengan aturan yang jelas.

“Salah satu persoalan lingkungan di Kepri adalah pencemaran laut akibat pertambangan minyak bumi lepas pantai dan penambangan bauksit ilegal yang sudah dilarang di perairan Kepri,” kata Abdul Basyid Has.

Selain itu, beberapa hutan lindung di Kepri yang mulai beralih fungsi juga harus segera disiasati. Terutama di Kabupaten Bintan, lokasi yang paling banyak hutannya. “Menjaga lingkungan adalah cara untuk menjaga masa depan. Semaju apapun kita ke depan, kalau lingkungan sudah rusak tidak ada artinya. Mari kita pastikan anak cucu kita masih bisa merasakan keindahan dan kebesaran Kepri di masa depan,” pungkasnya.

Editor           : Fadhil Al Birra