Megawati Pilih Cawali dari NU

Megawati (kanan) menyerahkan lukisan Arjuna kepada Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari saat meresmikan kantor PDIP Kabupaten Malang

MALANG KOTA – Teka-teki siapa yang bakal mendapatkan rekomendasi dari PDIP untuk menjadi calon wali Kota Malang mulai tersibak. Secara tersirat, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan sinyal jika rekomendasi bakal diberikan kepada tokoh yang dekat dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Pernyataan ini disampaikan Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Hasto Kristiyanto usai menggelar rapat konsolidasi PDIP Jatim di Ijen Suites Hotel untuk menghadapi pilkada serentak 2018 kemarin (10/9). Dalam konsolidasi itu, hadir pula Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hanya, Megawati ketika diwawancara memilih tutup mulut. Dia menyerahkan semuanya kepada Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

”Bu Mega menegaskan jika pasangan calon yang kami usung memiliki hubungan dengan NU, nantinya kombinasi dengan kader internal kami,” kata Hasto Kristiyanto, tadi malam di Ijen Suites Hotel.

Untuk diketahui, saat ini, pendaftar bakal calon wali Kota Malang di PDIP ada lima orang. Yakni, Sutiaji, Arief Wicaksono, Wahyu Eko S, Gandung Rafaul Huda, dan Deddy Wahjudi. Namun, dari kelima orang itu, Arief Wicaksono yang sudah dipastikan gagal karena mundur dari pencalonan usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Empat pendaftar itu sudah menjalani fit and proper test. Saat ini mereka tinggal menunggu rekomendasi dari Megawati.

Ketika ditanya apakah sinyal itu mengarah pada Sutiaji, Hasto meminta semua bersabar. Sebab, rekomendasi itu akan diturunkan setelah ada hasil survei di masyarakat serta evaluasi matang di DPP PDIP. Artinya, semua masih punya peluang.

Namun, dari catatan Jawa Pos Radar Malang, dari lima tokoh yang mendaftar di PDIP itu, kemungkinan yang paling dekat dengan lingkungan NU, yakni Sutiaji. Sebab, dia pernah menjabat sebagai pengurus PC NU Kota Malang.

”Setelah rapat konsolidasi ini, bakal segera muncul surat rekomendasi terkait nama pasangan calon (paslon),” kata mantan wakil Sekjen DPP PDIP ini.

Hasto melanjutkan, PDIP sudah menugaskan Ahmad Basarah, wakil Sekjen DPP PDIP, untuk silaturahmi dengan tokoh NU. Dalam waktu dekat, Kamis mendatang (14/9), Basarah akan rapat dengan Megawati. ”Pak Basarah sudah turun langsung, tinggal menunggu laporannya,” tandas dia.

Seperti diberitakan, Ahmad Basarah pada Sabtu lalu (9/9) silaturahmi dengan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilurosyad, Gasek, KH Marzuki Mustamar. Kunjungan PDIP ke ponpes NU itu bertujuan menjalin silaturahmi dengan kalangan Nahdliyin.

Hasto menambahkan, nama-nama paslon sudah mengerucut, Megawati Soekarnoputri bakal memutuskan rekomendasinya. ”Kita lihat saja nanti ya,” terang mantan anggota DPR RI ini.

Mengenai paslon wali kota dan wakil wali Kota Malang yang berasal dari luar kader, Hasto menegaskan, calon dari PDIP kombinasi. Jika sudah ada calon dari NU, maka satunya berasal dari kader sendiri. Pintu masuknya calon yang baru di luar nama-nama yang sudah daftar di DPC, menurut Hasto, itu masih mungkin terjadi.

”Kemungkinan masih bisa calon baru karena pintu masuk tinggal di DPP saja,” terang dia.

Masih menurut Hasto, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Timur Kusnadi. Itu juga terkait tes serta survei. ”Survei sangat memengaruhi karena partai bisa melihat elektabilitas bakal calonnya,” kata dia.

Yang pasti, imbuh dia, PDIP tidak akan mengusung calon yang tersangkut kasus korupsi. Pihaknya tidak menyebut nama, tapi siapa pun kalau sudah terjerat kasus korupsi, partai memecat langsung. ”Kalau sudah terbukti korupsi di putusan pengadilan, kami tidak segan memecatnya,” terang Hasto.

Dia juga menyatakan, hasil dari konsolidasi internal semua pengurus se-Jawa Timur ini akan keluar nama-nama calon kepala daerah, seperti calon gubernur Jawa Timur hingga calon Wali Kota Malang. ”Konsolidasi ini sangat penting, kami evaluasi pilkada serentak, khususnya di Jawa Timur,” kata Hasto.

Saat disinggung kebiasaan PDIP yang mengeluarkan rekomendasi pada saat jelang pendaftaran calon kepala daerah ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasto beralasan harus penuh pertimbangan. Dengan sistem pilkada serentak, maka harus melihat potensi kemenangan PDIP di daerah lain.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari menyatakan, tahapan saat ini masih survei para bakal calon. Dia menyatakan, dalam waktu dekat sudah muncul nama-nama yang mendapatkan rekomendasi.

”Survei sedang berlangsung, nanti akan kirim ke DPP PDIP, nama-nama bakal calon akan menyusut,” kata anggota DPRD Jawa Timur ini.

Saat disinggung namanya diisukan bakal mendampingi Sutiaji di Pilwali Kota Malang 2018, Untari membantahnya. Pihaknya masih fokus di Pilgub Jawa Timur. ”Tidak benar saya dan Pak Sutiaji akan maju,” kata perempuan asli Malang ini.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Doli Siregar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here